LUWUK TIMES, Luwuk — Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Banggai, Batia Sisilia Hadjar, menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan dunia pendidikan daerah melalui pengawalan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Penyerahan dan evaluasi program aspirasi ini berlangsung di Ruang Fraksi Partai NasDem DPRD Banggai, Selasa (11/08/2026).
Dalam keterangannya, Batia memaparkan bahwa program KIP Aspirasi NasDem memberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp8 juta per semester yang terus mengalir dari semester pertama hingga mahasiswa menyelesaikan studinya di perguruan tinggi (wisuda).
Program yang merupakan bagian dari gerakan nasional Partai NasDem ini telah berjalan selama dua tahun dan dirasakan manfaatnya oleh ratusan mahasiswa.
Untuk periode ini, dari total 80 data mahasiswa yang diusulkan di Kabupaten Banggai, sebanyak 18 orang telah resmi terakomodir pada tahap pertama, yang berasal dari Universitas Tompotika (UNTIKA) Luwuk dan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk.
Batia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua NasDem Sulawesi Tengah sekaligus Anggota DPR RI, Nilam Sari Lawira, yang menjadi motor penggerak utama dalam memperjuangkan aspirasi pendidikan tersebut di tingkat pusat.
Evaluasi dan Aturan Ketat bagi Penerima KIP
Di tengah penyaluran yang masif, Batia mengingatkan bahwa bantuan KIP menuntut tanggung jawab akademik dari para penerimanya.
Status penerima dapat dievaluasi dan diganti pada perjalanan program apabila mahasiswa yang bersangkutan memperoleh Indeks Prestasi (IP) di bawah 3,0.
Selain jenjang perguruan tinggi, Partai NasDem juga terus memperluas jangkauan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, di mana program ini telah menyasar ratusan ribu siswa di berbagai wilayah.
Pesan untuk Pelajar dan Orang Tua
Kepada para orang tua dan siswa penerima manfaat, Batia berpesan agar bantuan pendidikan tersebut digunakan secara bijak untuk keperluan sekolah.
Ia juga mendorong masyarakat untuk segera melapor kepada jajaran Partai NasDem apabila masih ada keluarga atau anak sekolah yang memenuhi syarat namun belum terdata.
“Pesan saya, ba sekolah bae-bae (belajar dengan sungguh-sungguh) supaya orang tua bangga,” ujar Batia memberikan motivasi kepada para pelajar. *
Reporter Sofyan Labolo


