Rudi Sulaeman Beri Warning Mogok Operasional Angkutan Logistik
LUWUK TIMES – Ketua DPC Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Kabupaten Banggai, Rudi Sulaeman, menyampaikan aspirasi dan keresahan para pelaku usaha trucking logistik di Kabupaten Banggai.
Hal itu terkait sulitnya mendapatkan BBM solar subsidi untuk operasional angkutan logistik.
Menurut Rudi kepada Luwuk Times, Rabu (20/05/2026), hingga saat ini para anggota ALFI/ILFA Banggai terus mengeluhkan sulitnya memperoleh solar subsidi di sejumlah SPBU di Kota Luwuk.
Sementara yang tersedia justru Dexlite, yang dinilai memberatkan biaya operasional kendaraan logistik.
“Anggota kami melaporkan sangat susah mendapatkan solar subsidi. Kalaupun ada, harus membeli eceran menggunakan jerigen dengan harga yang sudah tidak seimbang dengan biaya operasional,” ujar Rudi Sulaeman.
Ia menegaskan, persoalan utama bukan pada kenaikan harga BBM, melainkan kemudahan akses mendapatkan solar bagi kendaraan logistik yang setiap hari menopang distribusi barang dan kebutuhan masyarakat.
“Persoalan kenaikan BBM tidak kami persoalkan. Asalkan dipermudah untuk mendapatkan solar tersebut,” tegasnya.
Rudi berharap Pemerintah Kabupaten Banggai, DPRD Banggai, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, hingga pemilik SPBU di Kota Luwuk dapat segera memberikan solusi terbaik terhadap persoalan tersebut.
Ia juga meminta pemerintah daerah menerbitkan surat himbauan kepada seluruh pemilik SPBU agar memberikan kemudahan pengisian BBM bagi mobil tronton dan trailer pengangkut logistik yang berada di bawah naungan asosiasi logistik.
Menurutnya, sistem pelayanan seperti di Kota Palu bisa menjadi contoh. Di sana, SPBU menyediakan jam dan jalur khusus untuk pengisian solar kendaraan logistik tanpa mengganggu antrean kendaraan lainnya.
“Di Palu ada jam tertentu yang disiapkan oleh SPBU untuk pengisian solar kendaraan logistik dan tersedia jalur khusus. Itu sangat membantu kelancaran distribusi barang,” katanya.
Rudi juga mengingatkan, apabila hingga minggu kedua setelah aspirasi ini disampaikan belum ada tanggapan dari pemerintah maupun stakeholder terkait, maka pihaknya mempertimbangkan langkah mogok operasional angkutan logistik.
“Kalau belum ada solusi, saya akan memerintahkan seluruh angkutan logistik melakukan mogok. Karena sampai hari ini belum ada kemudahan mendapatkan BBM solar yang dimaksud,” ujarnya.
Ia menilai, jika mogok logistik terjadi maka dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat.
Biaya pengiriman dipastikan meningkat dan berpotensi memicu lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran.
“Kalau distribusi terganggu, jangan heran harga kebutuhan masyarakat bisa melonjak drastis. Dampak sosialnya akan sangat terasa. Persoalan ini jangan dianggap sepele karena sangat krusial,” pungkasnya. *


