Oleh: Munawir Kunjae
KOMITMEN Pemerintah Daerah (Pemda) Banggai untuk berperan aktif mendorong konservasi sumber daya air dan lingkungan hidup secara berkelanjutan menjadi angin segar bagi warga Kecamatan Bualemo.
Kekhawatiran utama warga di empat desa—yaitu Sampaka, Bualemo A, Bualemo B, dan Longkoga Timur—terkait potensi pencemaran air minum jika tambang nikel beroperasi kini sedikit mereda.
Komitmen Pemda Banggai ini dinilai sebagai langkah maju yang positif.
Apalagi, langkah tersebut mendapat apresiasi dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA)/Bapperida Optimal di Jakarta pada 27 Oktober 2025.
Apresiasi ini juga menunjukkan komitmen kuat Bupati Banggai, Ir. Amirudin, terhadap isu lingkungan berkelanjutan.
Kekhawatiran warga ini sangat beralasan, karena sumber mata air PDAM Bualemo berada di Dusun 4, Desa Sampaka.
Wilayah tersebut memiliki tanah yang cenderung merah dan diduga mengandung nikel. Jika wilayah ini dieksploitasi dengan pengerukan, mata air berpotensi besar tercemar, sehingga akan berdampak pada ribuan warga.
Selain itu, Bualemo juga dikenal sebagai daerah rawan bencana. Pada 2017, misalnya, beberapa rumah di Desa Sampaka hanyut akibat banjir. Padahal hutan di wilayah tersebut belum digerus.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai dampak yang mungkin terjadi jika aktivitas pengerukan benar-benar terjadi. *












