Hijaukan Lingkar Tambang Nikel Siuna, Karang Taruna Banggai Canangkan Penanaman Mangrove Perdana

oleh -581 Dilihat
oleh
Ketua Karang Taruna Kabupaten Banggai Wahyu Dharmawanto Maku

Wahyu: Kami Menggandeng PT. Penta Dharma Karsa dan PT Prima Dharma Kasra


LUWUK TIMES – Karang Taruna Kabupaten Banggai menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Di bawah kepemimpinan Wahyu Dharmawanto Maku, Karang Taruna Banggai merencanakan kegiatan penanaman pohon mangrove pada kawasan lingkar tambang nikel Siuna.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin Karang Taruna Kabupaten Banggai yang secara konsisten berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan hidup, khususnya wilayah yang bersinggungan langsung dengan aktivitas pertambangan.

Baca Juga:  P2KBP3A Banggai dan Baznas Bantu Ibu Hamil dan Keluarga Risiko Stunting

Kepada Luwuk Times Sabtu (31/01/2026) Wahyu Dharmawanto Maku menyampaikan, program penanaman mangrove tersebut akan berlangsung pada 5 Februari 2026.

Termasuk tambah Wahyu menjadi kegiatan perdana Karang Taruna Kabupaten Banggai pada masa kepemimpinannya untuk periode 2025–2030.

“Ini bukan hanya aksi simbolis, tetapi bentuk kepedulian nyata Karang Taruna terhadap keberlanjutan lingkungan dan masa depan daerah,” ujarnya.

Baca Juga:  Anggaran Kewilayahan Naik 961 Persen, Kepala BRIDA Banggai Andi Nur Syamsy: Ini Komitmen Kepala Daerah

Dalam pelaksanaannya, Karang Taruna Kabupaten Banggai juga akan berkolaborasi dengan berbagai pihak dan organisasi termasuk perusahaan.

Khusus perusahaan, Karang Taruna Banggai menggandeng PT. Penta Dharma Karsa dan PT Prima Dharma Kasra.

“Kami juga melibatkan dua perusahaan itu terkait penanaman mangrove. Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga lingkungan,” kata Wahyu.

Baca Juga:  Menang PSU Banggai, APDESI Bualemo Beri Selamat AT-FM

Tujuannya untuk memperkuat sinergi bersama dalam menjaga ekosistem pesisir dan lingkungan sekitar tambang.

Melalui kegiatan ini, Karang Taruna Banggai berharap dapat mendorong kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Sekaligus menjadi contoh bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan berkelanjutan. *

Reporter Sofyan Labolo