LUWUK TIMES — Komitmen membangun generasi muda yang siap menghadapi dunia kerja kembali ditunjukkan JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) bersama SKK Migas Perwakilan Kalimantan Sulawesi (Kalsul).
Melalui kuliah umum bertajuk “Energy & Finance for Future Professionals: Ngerti Hulu Migas, Melek Finansial, Siap Karir”, keduanya hadir di Universitas Negeri Manado (UNIMA), Kamis (21/5), membekali mahasiswa dengan wawasan industri energi hingga kesiapan profesional.
Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, tenaga pengajar, hingga sivitas akademika itu berlangsung interaktif dan penuh antusiasme.
Kehadiran SKK Migas Kalsul dan JOB Tomori pun disambut meriah lewat penampilan Tarian Kabasaran, tarian khas Minahasa yang sarat makna keberanian dan kebersamaan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UNIMA, Lenny Leorina Evinita, mewakili Rektor UNIMA, mengapresiasi kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri tersebut.
“Melalui kegiatan ini mahasiswa dapat memperoleh gambaran nyata mengenai dunia kerja profesional. Kami berharap ini menjadi pengalaman berharga sekaligus bekal penting dalam mempersiapkan karier mereka ke depan,” ujarnya.
Manager Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul, Lely M.W. Sondakh, menegaskan bahwa pengenalan industri hulu migas kepada generasi muda menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia sektor energi nasional.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami industri hulu migas. Tetapi juga memiliki literasi finansial dan kesiapan kompetensi menghadapi tantangan dunia profesional di masa depan,” kata Lely.
Kupas Industri Hulu Migas dari Berbagai Perspektif

Dalam kuliah umum tersebut, JOB Tomori menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang kerja untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai industri energi.
Relations Section Head JOB Tomori, Andi Basuki, melalui materi “Membangun Energi, Menjaga Harmoni”, menyoroti pentingnya keberlanjutan industri energi yang berjalan seiring dengan hubungan harmonis bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan.
“Industri energi bukan hanya soal operasional dan teknologi, tetapi juga bagaimana membangun kolaborasi serta hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Kami berharap mahasiswa memiliki perspektif luas dan kemampuan adaptasi menghadapi dunia profesional,” jelas Andi.
Sementara itu, Teddy Irano membahas “Peran Geologi dalam Industri Hulu Migas”, yang mengupas pentingnya ilmu geologi dalam proses eksplorasi hingga pengembangan lapangan migas.
Dari sisi finansial, Finance Section Head JOB Tomori, Aditia Sukoco, membawakan materi “Inside Oil & Gas: Dari Industri Energi ke Mindset Finansial”.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya literasi keuangan, pengelolaan finansial, investasi, hingga membangun pola pikir profesional.
Kombinasi materi tersebut membuat peserta mendapatkan gambaran utuh mengenai dunia industri energi, mulai dari aspek sosial, teknis, hingga kesiapan karier dan finansial.
Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi diskusi yang berlangsung aktif.
Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari peluang karier di industri migas hingga tantangan dunia kerja di era modern.
Tampilkan Produk Pemberdayaan Masyarakat

Tak hanya berbagi wawasan industri, JOB Tomori juga menampilkan hasil program Community Development (Comdev) melalui produk-produk pemberdayaan masyarakat binaan di sekitar wilayah operasi.
Melalui Komunitas Herbalis Batui Selatan (Kalisbatan) dan kelompok Dwi Asih, sejumlah produk unggulan turut dipamerkan.
Seperti sari mengkudu, Virgin Coconut Oil (VCO), sari jahe, sari kunyit, teh kelor, hingga aneka olahan pangan seperti keripik pisang, keripik singkong, keripik ubi ungu, dan keripik tempe.
Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya JOB Tomori dalam memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan kapasitas masyarakat. Termasuk mengoptimalkan potensi sumber daya daerah secara berkelanjutan.
Komitmen Berkelanjutan untuk Generasi Muda

Kuliah umum ini merupakan agenda rutin JOB Tomori bersama SKK Migas yang dilaksanakan di berbagai perguruan tinggi di Sulawesi sebagai upaya memperluas literasi industri energi kepada generasi muda.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Universitas Tompotika, Universitas Muhammadiyah Luwuk, Universitas Tadulako Palu, Universitas Sam Ratulangi Manado, hingga Universitas Halu Oleo Kendari.
Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan industri hulu migas, JOB Tomori dan SKK Migas terus berkomitmen melahirkan generasi muda yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri energi masa depan. *

