LUWUK TIMES – Malam takbiran di Kota Luwuk Kabupaten Banggai, Jumat (20/03/2026), berubah menjadi lautan cahaya dan gema pujian.
Dari depan Masjid Baitul Ma’mun Luwuk Selatan, Bupati Banggai H. Amirudin secara resmi melepas pawai takbiran menyambut 1 Syawal 1447 H, Itu menandai datangnya hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.
Bersama Wakil Bupati Furqanuddin Masulili, Sekretaris Daerah Ramli Tongko, serta jajaran kepala OPD, pelepasan pawai berlangsung khidmat sekaligus semarak.
Sorak takbir menggema, berpadu dengan deru kendaraan hias yang siap mengarungi rute panjang penuh makna.
Sebanyak 58 tim ambil bagian dalam pawai takbiran tahun ini. Iring-iringan kendaraan menempuh jarak sejauh 27,8 kilometer. Itu sebuah rute yang bukan sekadar panjang, tetapi juga sarat harapan masyarakat.
Jalur tersebut dirancang agar menjangkau lebih banyak titik. Sekaligus menjawab kerinduan warga yang selama ini ingin merasakan lebih dekat semarak takbiran pada lingkungan mereka.
Dalam pesan yang disampaikannya melalui akun resmi, Bupati Amirudin mengajak masyarakat memaknai takbiran lebih dari sekadar tradisi tahunan.
“Ini sebagai penanda bahwa kita sedang pulang, kembali pada fitrah,” tulisnya.
Dari sudut ke sudut kota, gema takbir mengalun tanpa jeda. Cahaya lampu kendaraan dan ornamen hias berpendar pada malam hari, mengiringi langkah-langkah penuh semangat warga yang menyambut Idul Fitri dengan sukacita.
Namun di balik kemeriahan itu, tersimpan makna yang lebih dalam. Pawai takbiran menjadi ruang bersama untuk merajut kembali kebersamaan, memperkuat ukhuwah, serta meneguhkan nilai-nilai keimanan.
“Mudah-mudahan syiar ini tidak hanya terdengar, tetapi juga tumbuh dan tinggal pada hati masyarakat,” harap Amirudin.
Penghujung pesannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Kabupaten Banggai.
Antara riuhnya takbir dan gemerlap cahaya malam, terselip pesan sederhana namun abadi tentang pulang, tentang memaafkan, dan tentang kembali menjadi manusia yang fitri.
Selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H. *
Editor Sofyan Labolo



