LUWUK TIMES, Banggai – Sebuah fenomena menarik sekaligus langka terjadi di jagat maya pasca-pertandingan sengit antara Argentina dan Mesir pada Rabu, 8 Juli 2026.
Alih-alih merayakan kemenangan tipis 3-2 yang diraih skuad Albiceleste, seorang pendukung setia Argentina justru memilih mengambil langkah ekstrem: menurunkan bendera tim kesayangannya.
Laga tersebut memang berakhir dengan keunggulan Argentina, namun menyisakan buntut panjang. Kepemimpinan wasit yang dinilai berat sebelah hingga tudingan miring netizen terhadap netralitas FIFA memicu kontroversi hebat di kalangan pencinta sepak bola.
Aksi berani mengutamakan sportivitas ini mendadak viral setelah akun media sosial Percetakan Masa mengunggah keresahannya.
Pemilik akun secara terbuka menyatakan keputusannya untuk menyudahi dukungan visualnya karena merasa keadilan di lapangan hijau telah tercoreng.
“Bendera yang selama Piala Dunia ini terus saya kibarkan, hari ini resmi saya turunkan. Ironisnya, saya menurunkannya bukan saat tim yang saya dukung kalah, melainkan setelah mereka menang tadi malam,” tulisnya dalam unggahan yang langsung diserbu netizen.
Ia menambahkan bahwa kemenangan tidak selalu berjalan beriringan dengan rasa puas jika diraih lewat drama lapangan yang janggal.
“Menang memang tercatat di papan skor, tetapi kepercayaan penonton dibangun oleh rasa keadilan di atas lapangan. Saya memilih menurunkan bendera tersebut… sebagai bentuk kekecewaan terhadap pertandingan yang tidak mencerminkan semangat fair play,” lanjutnya dalam petikan status yang emosional namun penuh kedewasaan tersebut.
Banjir Apresiasi dari Netizen
Sikap ksatria dan objektif dari fans Argentina ini langsung menuai simpati luar biasa dari warganet. Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah mengantongi 4,7 ribu tanda suka (likes) dan dibanjiri lebih dari 1,3 ribu komentar.
Sebagian besar netizen memberikan respek setinggi-tingginya karena jarang ada suporter yang berani mengkritik tim yang mereka damba-dambakan saat menang.
“Ini baru bilang suka bola, bukan suka Messi,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Netizen lain juga ikut menyuarakan hal senada: “Respect bang! Tidak banyak fans Argentina yang punya pemikiran seperti abang.
Bahkan kebanyakan dari mereka malah berbangga hati di pertandingan tadi malam yang (terpaksa) harus dimenangkan oleh Argentina.”
Ada pula yang menyayangkan keputusan wasit yang dianggap merusak estetika pertandingan: “Betul sekali, kontroversi sekali Argentina vs Mesir tadi malam. Menyesal menonton, tidak adil wasitnya dalam mengambil kebijakan.”
Laga ini seolah menjadi tamparan keras bahwa di era sepak bola modern, mata penonton sudah semakin jeli.
Bagi sebagian suporter, indahnya kejujuran dan aroma fair play jauh lebih bernilai ketimbang sekadar angka di papan skor.
Kemenangan Argentina malam itu mungkin sah secara statistik, namun di hati sebagian pendukungnya, ada rasa keadilan yang ikut gugur bersama peluit panjang akhir babak. *
Sofyan Labolo


