Namun, tidak sedikit pula yang membela Prabowo Subianto dan mengajak masyarakat untuk menilai kinerja pemerintah berdasarkan data serta hasil kerja nyata, bukan semata-mata opini yang beredar di media sosial.
Salah satu komentar yang menarik perhatian datang dari akun Rixo Ardiansyah. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menilai politik hanya dari potongan informasi yang beredar di internet.
“Politik itu bukan sekadar potongan video, berita, atau komentar media sosial. Cari tahu dulu alasan di balik setiap keputusan, lihat rekam jejak, hasil kerja, dan dampaknya untuk negara,” tulisnya.
Sementara itu, akun lain menilai setiap pemimpin memiliki gaya dan strategi berbeda dalam membangun Indonesia.
Mereka meminta publik untuk tetap kritis, tetapi mengedepankan data, logika, dan sikap saling menghormati dalam menyampaikan pendapat.
Viralnya unggahan tersebut kembali menunjukkan bagaimana media sosial menjadi ruang perdebatan terbuka terkait kepemimpinan nasional.
Di satu sisi, masyarakat bebas menyampaikan kritik dan dukungan. Namun di sisi lain, publik juga diingatkan untuk bijak menyaring informasi serta mengedepankan diskusi yang berbasis fakta.
Bagaimana pendapat Anda? Apakah perbandingan seperti ini dapat menjadi ukuran objektif untuk menilai seorang pemimpin. Ataukah hanya mencerminkan pandangan subjektif pengguna media sosial? *
Sofyan Labolo



