,

Pelatih Muda Karate yang Punya Obsesi Mulia

oleh -471 Kali Dibaca
Alan Nuary Abdussama (kanan) bersama Christo Mondolu. (Foto: Dok. Pribadi)

USIANYA baru 28 tahun. Tapi dia sudah berkiprah sebagai pelatih di cabang karate. Alan Nuary Abdussama tentu punya alasan sehingga harus memilih profesi itu, setelah sukses mendulang medali perak di PON Provinsi Jawa Barat tahun 2016 di kelas kumite -55 kg.

Alan-sapaan pria kelahiran desa Bela Kecamatan Nuhon 1 Januari 1992 ini mengatakan, sebenarnya ada dua pilihan karir pasca tak lagi aktif sebagai atlet. Menjadi wasit/juri atau pelatih.

Alternatif kedua lah yang dipilihnya. Dan alasan itu disampaikan Alan saat ditemui Luwuktimes.id Senin (12/10/2020).

Tidak sedikit eks atlet karate di daerah ini memilih jalur wasit/juri. Karena sudah cukup banyak, maka tidak salah dia menentukan sikap untuk bergelut di dunia pelatih.

Sebenarnya bukan cuma itu saja alasan pria yang kesehariannya aktif sebagai staf sekretariat KONI Banggai, sehingga harus memilih karir sebagai pelatih. Tapi ada obsesi yang jauh lebih mulia atas pilihannya itu.

Pertama lanjut alumni Untika Luwuk 2014, dirinya berkeinginan tercipta kaderisasi atlet kareta andal di Kabupaten Banggai. Paling tidak mampu menorehkan prestasi lebih darinya.

“Saya ingin lahir Alan Alan baru. Jika di PON saya hanya bisa meraih medali perak, atlet hasil binaan saya kedepan harus bisa pecahkan medali emas di PON, bahkan sampai pada level Olimpiade sekalipun,” kata lelaki anak satu ini.

Baca juga: Atlet Karate Inkai Luwuk Juara Umum, Borong 16 Medali

Kedua lanjut Alan, dirinya berhasrat menjadikan Kabupaten Banggai menjadi barometer atlet karate di Provinsi Sulteng.

Bukan hal yang mustahil obsesi mulia pelatih muda yang satu ini mampu diwujudkannya. Pasalnya, Alan memiliki sejumlah pengalaman sebagai pelatih.

Dia pernah menjadi pelatih tim Mendagri Forki Sulteng tahun 2018, pelatih tim Forki Banggai pada Kejurda Forki tahun 2018 dan pelatih tim Popda karate Kabupaten Banggai tahun 2019.

Apalagi Alan pada Jumat-Minggu 2-4 Oktober 2020 mengikuti coaching clinic karate bersama pelatih lisensi Asia Karatedo di dojo Champion karate Club Palu.

Selama tiga hari Alan mendapat materi dari Christo Mondolu yang merupakan mantan atlet karate peraih medali di Sea Games serta juara PON. Christo Mondolu adalah pelatih kelahiran Kota Palu yang berkarir di ibukota negara.

Dari 11 peserta yang mengikuti coaching clinic karate, Alan satu-satunya wakil dari Kabupaten Banggai. Ini juga sekaligus menjadi modal Alan untuk selanjutnya mengikuti penataran pelatih nasional mendatang.

Sukses buat Alan. Semoga obsesi mulianya dapat terwujud, demi kemajuan cabang olahraga karate di bumi Babasal ini. Dan itu tentu saja tidak lepas dari dukungan moril, baik Ketua Umum Forki Banggai, Herwin Yatim dan induk olahraga KONI Banggai. *

(yan)

No More Posts Available.

No more pages to load.