Banggai, Luwuk Times – Data yang dikunjungi anggota DPD RI Andhika Mayrizal Amir ada 300 an koperasi di Kabupaten Banggai.
Namun ironi, lebih dari setengah jumlah tersebut tidak aktif.
Ada beberapa faktor sehingga banyak koperasi Kabupaten Banggai tinggal nama.
Kepada sejumlah jurnalis pada salah satu warkop Kota Luwuk, Rabu (28/05/2025) Andhika mengatakan, ada beberapa indikator sehingga tidak sedikit koperasi tidak aktif.
Pertama, minimnya pembinaan dan pembinaan dari OPD teknis.
“Mereka (OPD teknis) terkesan kewalahan dalam melaksanakan pembinaan dan pendampingan,” kata Andhika.
Kedua, kurangnya pelatihan sehingga dapat meningkatkan sumber daya manusia atau SDM bagi para pengelola koperasi.
“Ini juga menjadi salah satu faktor, sehingga banyak koperasi di Banggai tak aktif,” ucapnya.
Sedang indikator ketiga, kesadaran masyarakat terhadap keberadaan koperasi juga masih minim.
Bagaimana dengan koperasi Merah Putih yang merupakan salah satu program pemerintah pusat?
Andhika memberikan jawaban normatif.
“Hadirnya koperasi Merah Putih patut kita apresiasi. Karena niatannya baik,” kata Andhika.
“Tapi kalau tidak terkelola dengan baik, juga akan berhasib serupa dengan koperasi koperasi lainnya,” nilai Andhika. *
Sofyan Labolo








