Tembus 2,4 Triliun, Jadikan Banggai Sebagai Kabupaten Realisasi Investasi Terbaik di Sulteng

oleh -727 Dilihat
oleh
Kepala DPMPTSP Kabupaten Banggai Yunus L. Kurapa dan Wakil Bupati Furqanuddin Masulili, pada pembukaan FGD penyusunan naskah akademik RUPM Kabupaten Banggai tahun 2025, Senin (04/08/2025). (Foto DKISP Banggai untuk Luwuk Times)

LUWUK TIMES— Tahun 2024, realisasi investasi Kabupaten Banggai tembus pada angka Rp 2,4 triliun. Capaian itu sekaligus menjadikan Banggai yang memiliki 24 kecamatan ini sebagai kabupaten dengan realisasi investasi terbaik se Sulteng.

“Banggai mengungguli Kota Palu dan Kabupaten Morowali Utara,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banggai Yunus L. Kurapa, pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan naskah akademik Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Kabupaten Banggai tahun 2025, Senin (04/08/2025).

Olehnya sambung Yunus, tingginya minat terhadap investasi Kabupaten Banggai itu perlu mendapat dukungan dengan rencana strategis, yang memperkuat iklim investasi itu sendiri.

“Selain memberi kemudahan bagi investor, RUPM mesti mempertimbangkan potensi dan kebutuhan daerah,” ucap Yunus.

Ia mengaku, realisasi investasi Kabupaten Banggai terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Tahun sebelumnya (2024), realisasi investasi Kabupaten Banggai mencapai Rp2,4 triliun. Untuk tahun 2025, target realisasi investasi sebesar Rp 1,7 triliun. Dan sampai dengan saat ini yang terealisasi sudah berada pada angka 46 persen pada triwulan pertama.

“Kami optimis akan capai target. Apalagi kalau dokumen RUPM ini sudah selesai kami susun,” ujar Yunus.

Dokumen RUPM memuat perencanaan penanaman modal jangka panjang yang menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan terkait investasi.

Dalam menyusun naskah akademik RUPM, DPMPTSP Banggai bekerja sama dengan akademisi dari Universitas Tadulako Palu. Tim penyusun naskah akademik ini ketuanya adalah Dr. Muhammad Nur Sangadji.

Sektor Prioritas

Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili mengatakan, penyusunan dokumen RUPM menjadi langkah awal dalam memperkuat iklim investasi yang ramah dan kompetitif.

“Melalui FGD ini, saya berharap terjadi sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menyusun dokemen RUPM yang komprehensif, inklusif, dan implementatif,” ujar Wakil Bupati.

Dokumen RUPM, kata Wabup Furqanuddin, akan membantu memetakan sektor-sektor prioritas dalam pengembangan penanaman modal dan mendorong sinergi antar wilayah dalam menarik investasi.

“Dokumen RUPM ini akan menjadi acuan utama dalam pengembangan sektor investasi yang selaras dengan potensi unggulan daerah. Termasuk kebutuhan pembangunan berkelanjutan,” tandas Wabup Furqanuddin. *

DKISP Banggai