Difasilitasi JOB Tomori dan RPIA, Puluhan Anak Bonebalantak Bikin Maggot Jadi Media Belajar

oleh -36 Dilihat
oleh
Puluhan anak Desa Bonebalantak Kecamatan Batui Selatan sedang memperhatikan penjelasan pada saat mengikuti kunjungan belajar budidaya maggot. (Foto JOB Tomori untuk Luwuk Times)

LUWUK TIMES— JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) bersama Rumah Pemberdayaan Ibu dan Anak (RPIA), memfasilitasi puluhan anak dari Desa Bonebalantak Kecamatan Batui Selatan Kabupaten Banggai untuk mengikuti kunjungan belajar.

Kegiatan dalam program studi banding yang dilaksanakan di Desa Bonebalantak pada awal Agustus 2025 ini dalam rangka memperkenalkan pada budidaya maggot.

Maggot atau larva lalat, selama ini kita kenal sebagai sesuatu yang menjijikkan. Namun, siapa sangka makhluk mungil ini justru menjadi media belajar yang inspiratif bagi puluhan anak-anak dari Bonebalantak.

Sebanyak 27 anak usia 8–12 tahun mengikuti kunjungan belajar ke Desa Paisubuloli dalam program studi banding.

Selain JOB Tomori yang memfasilitasi juga ada RPIA Bonebalantak, yang merupakan mitra pemberdayaan. Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kewirausahaan dan kepedulian lingkungan sejak usia dini.

Budidaya Maggot

Anak-anak mereka perkenalkan pada budidaya maggot oleh Bekson Maliko, Ketua Kelompok “Maggot Satu Tujuan”.

Bekson menjelaskan bagaimana larva ini bisa menjadi solusi pengelolaan sampah dapur sekaligus peluang ekonomi ramah lingkungan.

“Awalnya saya jijik,” ujar Alif, 11 tahun, salah satu peserta.

“Tapi ternyata maggot itu bisa bantu mengurangi sampah. Jadi bisa dimanfaatkan di rumah juga,” tambah dia.

Para peserta kunjungan belajar yang berasal dari puluhan anak Desa Bonebalantak Kecamatan Batui Selatan sedang mencatat hal-hal penting pada kunjungan belajar budidaya maggot. (Foto JOB Tomori untuk Luwuk Times)

Setelah sesi pemaparan, anak-anak berinteraksi langsung dengan maggot. Mereka memberi makan dan belajar proses penguraiannya. Meski awalnya ragu, rasa ingin tahu mereka tumbuh seiring pengalaman langsung di lapangan.

Anisa Hermawanti, pendamping RPIA, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar proyek sesaat.

“Kami ingin membentuk pola pikir baru, bahwa menjaga lingkungan dan berpikir kreatif bisa kita mulai dari hal sederhana,” ujarnya.

Program ini menjadi salah satu contoh bagaimana sinergi antara komunitas lokal dan sektor industri mampu mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan.

Sebagian anak-anak Desa Bonebalantak Kecamatan Batui Selatan yang mengikuti kunjungan belajar budidaya maggot di desanya. Kegiatan ini difasilitasi oleh JOB Tomori dan RPIA Bonebalantak. (Foto JOB Tomori untuk Luwuk Times)

Melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan, anak-anak dikenalkan pada konsep ekonomi sirkular dan pentingnya menjaga bumi sejak usia dini.

JOB Tomori terus berkomitmen mendukung inisiatif pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata. Terutama dalam pengembangan kapasitas generasi muda sekitar wilayah operasinya. *