JARUM jam menunjukkan pukul 18.15 WITA ketika senja mulai larut di Kabupaten Banggai, Selasa (30/06/2026). Di dalam Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, suasana riuh protokol yang biasa menyelimuti keseharian seorang kepala daerah mendadak mencair. Ia berganti dengan aroma keakraban yang hangat.
Sofyan Labolo – Luwuk Times
MESKI didera jadwal aktivitas pemerintahan yang super padat, Bupati Banggai, H. Amirudin, menunjukkan sisi humanisnya yang kental malam itu.
Tanpa sekat formalitas, ia menyempatkan diri menyambut kedatangan sejumlah jurnalis yang datang bertamu.
Penampilan sang bupati malam itu mencerminkan kombinasi unik antara tanggung jawab dan kenyamanan.
Ia masih mengenakan kemeja dinas cokelat khas pemerintah daerah. Namun memadukannya dengan celana jeans biru dongker santai.
Kontras pakaian itu seolah menjadi simbol bagaimana ia memposisikan diri malam itu, sebagai seorang pemimpin yang tetap bekerja, namun selalu membuka pintu bagi warganya.
Saat para kuli tinta tiba, Amirudin tengah bersiap menyantap makan malamnya. Alih-alih merasa terganggu, ia justru menyambut mereka dengan senyum lebar dan tangan terbuka.
“Silakan apa yang akan disampaikan. Saya siap mendengarkan, sekalipun sedang makan,” ujar Bupati Amirudin ramah, mempersilakan tamunya duduk tanpa rasa sungkan.
Makan tanpa meja dan tidak tampak hidangan mewah hotel berbintang. Menu yang tersaji justru sangat membumi, mencerminkan selera lokal yang bersahaja.
“Makanannya sederhana. Pete, nike (ikan kecil khas daerah) campur telur. Menunya sederhana, tapi berkah,” sambung Amirudin sembari membuka dialog dengan tawa renyah.
Kehangatan itu kian lengkap saat teh manis hangat dan aneka kue mulai disajikan ke hadapan para jurnalis.
“Silakan minum dan makan kue,” ajak Amirudin tulus, memastikan semua tamunya merasa nyaman di rumahnya.
Obrolan malam itu pun mengalir deras tanpa batas. Obrolan santai yang awalnya membahas riuhnya momentum Piala Dunia dan dinamika politik hangat, perlahan bergeser ke topik yang paling ditunggu-tunggu oleh publik Banggai. Yakni pelantikan pejabat eselon II di lingkup Pemda Banggai.
Namun, bukan Amirudin namanya jika tidak lihai menjaga ritme informasi. Ketika ditanya mengenai tanggal pasti eksekusi perombakan kabinetnya tersebut, ia tersenyum misterius dan memberikan jawaban yang menggantung penuh teka-teki.
“Bisa sebelum, dan bisa juga setelah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Banggai pada tanggal 8 Juli 2026 nanti,” jawabnya diplomatis, membuat para jurnalis saling pandang penuh rasa penasaran.
Suasana diskusi malam itu benar-benar mencair. Ruang tamu rujab malam itu sukses menepis sekat tebal yang kerap memisahkan antara penguasa wilayah dengan pembawa berita.
Dibalik kesederhaan, sang Bupati menaruh harapan besar pada pundak para jurnalis yang hadir.
Sebelum mengakhiri pertemuan yang berkesan tersebut, H. Amirudin menitipkan pesan mendalam.
Ia mengingatkan agar pers di Banggai senantiasa menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi etika jurnalisme dalam menyajikan setiap berita kepada masyarakat.
Lebih dari itu, di tengah arus informasi yang kian cepat, ia menaruh harapan besar agar para wartawan di Kabupaten Banggai bisa terus menjaga kekompakan dan merawat kebersamaan demi kemajuan daerah.
Sebuah akhir yang manis dari secangkir teh dan diskusi hangat di rintik malam di Luwuk. *



