LUWUK TIMES, Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidato tersebut sebagaimana dikutip dari akun Facebook resmi Setkab RI, Kepala Negara membeberkan deretan capaian kerja pemerintah yang diraih dalam kurun waktu 21 bulan terakhir.
Berbagai program prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat disorot, mulai dari sektor pangan, pendidikan, hingga penataan industri tambang nasional.
“Kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat,” tegas Presiden Prabowo dalam pidatonya.
Capaian Utama 21 Bulan Pemerintahan
Pemerintah mencatatkan kemajuan mendasar di berbagai sektor pelayanan publik, infrastruktur desa, hingga ekonomi kerakyatan.
Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa. Prabowo mengklaim berhasil mencatatkan swasembada pada 8 komoditas pangan utama.
Selain itu, sebanyak 10.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih kini telah aktif beroperasi untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Begitu juga pada bidang kesehatan dan layanan sosial. Prabowo menyebut program cek kesehatan gratis telah menjangkau 108 juta warga.
Di bidang kesejahteraan, pemerintah telah merenovasi 84.000 rumah serta membangun 100 Kampung Nelayan Merah Putih.
Selanjutnya pendidikan dan SDM. Pemerintah juga mengembalikan 43.000 anak jalanan ke bangku sekolah, merenovasi 30.000 sekolah, dan membuka 182 Sekolah Rakyat.
Sebanyak 250.000 peserta juga telah terdaftar dalam program Magang Nasional.
Pada bidang infrastruktur dasar, pembangunan fisik mencakup 2.228 km jalan desa, 3.500 jembatan, serta penambahan 3.400 titik air bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Dukungan Ekonomi Kerakyatan. Prabowo mengklaim suku bunga PNM Mekaar berhasil ditekan signifikan dari 25% menjadi 8%.
Pemotongan komisi aplikator untuk pengemudi ojek online (ojol) juga dipangkas dari 20% turun menjadi 8%.
Selain itu pada bidang Penegakan Hukum dan Minerba. Kata Prabowo pemerintah tegas dalam pengelolaan sumber daya alam ditunjukkan dengan penutupan 1.000 tambang timah ilegal, yang berdampak pada lonjakan laba PT Timah hingga 9 kali lipat.
Tamu Istimewa dan Pesan Pembangunan Jangka Panjang
Momen pidato kenegaraan ini juga dimanfaatkan Kepala Negara untuk menghadirkan delapan tamu istimewa di Gedung Nusantara.
Kehadiran mereka menjadi representasi konkret dari penerima manfaat program pemerintah menuju Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur.
Mengakhiri orasinya, Presiden menegaskan bahwa fondasi yang dibangun saat ini bukan sekadar untuk kepentingan politik jangka pendek, melainkan perjalanan panjang bangsa.
“Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia,” tutup Presiden Prabowo. *
Editor Sofyan Labolo










