Berkat Andil Ketua KTNA Irwanto Kulap dan Dukungan Bupati Amirudin, Banggai Resmi Jadi Tuan Rumah PEDA 2028

oleh -238 Dilihat
oleh
Bendahara KTNA Kabupaten Banggai Michael Tendean. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

LUWUK TIMES, Banggai – Kabupaten Banggai resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2028.

Penetapan tersebut menjadi momentum bersejarah karena setelah lebih dari tiga dekade, Banggai kembali dipercaya menggelar ajang terbesar bagi petani dan nelayan di tingkat provinsi.

Bendahara KTNA Kabupaten Banggai, Michael Tendean, mengatakan keberhasilan Banggai menjadi tuan rumah tidak lepas dari kerja keras Ketua KTNA Kabupaten Banggai, Irwanto Kulap, yang aktif memperjuangkan pencalonan daerah tersebut.

Upaya itu juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Banggai, H. Amirudin, sehingga Banggai berhasil meraih kepercayaan peserta rembuk.

“Ini merupakan hasil perjuangan Ketua KTNA Banggai, Bapak Irwanto Kulap, yang didukung penuh oleh Bupati Banggai H. Amirudin. Alhamdulillah Banggai dipercaya menjadi tuan rumah PEDA 2028,” ujar Michael kepada Luwuk Times, Senin 29 Juni 2026.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rembuk Madya KTNA yang digelar di Kabupaten Tojo Una-Una.

Dari 13 kabupaten/kota yang memiliki hak suara, empat daerah mengajukan diri sebagai calon tuan rumah, yakni Banggai, Banggai Laut, Morowali, dan Sigi.

Dalam proses pemungutan suara, Kabupaten Banggai keluar sebagai pemenang dengan raihan lima suara, mengungguli Banggai Laut dan kandidat lainnya.

Menurut Michael, terakhir kali Kabupaten Banggai menjadi tuan rumah PEDA adalah pada tahun 1992.

Dengan demikian, penunjukan tahun 2028 mengakhiri penantian selama sekitar 36 tahun bagi Banggai untuk kembali menjadi pusat kegiatan KTNA tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

Sebagai langkah awal menyukseskan PEDA 2028, KTNA Kabupaten Banggai kini mempercepat pembentukan dan pelantikan pengurus KTNA di seluruh kecamatan yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

“Belum 100 hari kepengurusan berjalan, kami sudah menyiapkan pelantikan pengurus di seluruh kecamatan. Di setiap desa nantinya akan dibentuk sekitar 10 sampai 20 orang pengurus sebagai penguatan organisasi hingga ke tingkat bawah,” jelasnya.

Michael menambahkan, pasca mengikuti Pekan Nasional (PENAS) KTNA, para petani dan nelayan Banggai diharapkan mampu mengembangkan ilmu, inovasi, dan teknologi yang diperoleh untuk diterapkan di daerah.

KTNA, kata dia, akan menjadi jembatan antara petani, nelayan, dan Pemerintah Kabupaten Banggai dalam menyelesaikan berbagai persoalan sektor pertanian dan perikanan.

“Kalau ada kebutuhan atau persoalan yang memerlukan perhatian pemerintah, KTNA akan memfasilitasi komunikasi dengan Pemda Banggai. Tujuan kami agar inovasi teknologi dan budidaya tepat guna benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani dan nelayan,” katanya. *

Sofyan Labolo