LUWUK TIMES, Ampana – Siang itu, Minggu (7/6/2026), jarum jam baru saja bergeser ke pukul 12.58 Wita.
Di tengah ketenangan wilayah Jalan Lapangandong, Kelurahan Bailo, Kecamatan Ampana Kota, kepanikan tiba-tiba pecah di kediaman Ibu Ama.
Bukan karena kepulan asap atau jilatan api, melainkan karena kehadiran sesosok “tamu tak diundang” yang melata dan menyelinap masuk ke dalam kap mesin sepeda motor miliknya.
Sadar bahwa menghadapi ular di dalam ruang sempit kendaraan bukanlah perkara mudah, Ibu Ama langsung mengambil langkah sigap.
Ia memutar nomor darurat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tojo Una-Una.
Suaranya di seberang telepon menjadi alarm bagi para petugas yang tengah berjaga.
Merespons kepanikan warga, detak jam seolah berjalan lebih cepat. Hanya butuh waktu dua menit bagi regu piket yang dipimpin oleh Ardiansyah AR. Kaba untuk langsung tancap gas.
Menggunakan armada operasional Hilux, tim penyelamat ini membelah jalanan sejauh 2 kilometer menuju lokasi.
Menembus waktu, mereka tiba di kediaman Ibu Ama tepat pukul 13.05 Wita, hanya lima menit setelah roda kendaraan bergerak dari Markas Komando (Mako).
Sesampainya di lokasi, suasana tegang sempat menyelimuti. Membongkar bagian dalam motor yang dihuni ular membutuhkan kombinasi antara keahlian taktis dan ketenangan jiwa.
Salah langkah sedikit, taruhannya adalah keselamatan personel atau kerusakan pada komponen motor pelapor.
Namun, di bawah komando yang terukur, para personel Damkar menunjukkan kelasnya.
Menggunakan teknik penanganan khusus, mereka mengepung dan mengevakuasi sang ular dengan sangat hati-hati.
Hanya dalam waktu 15 menit, drama siang bolong itu berakhir dengan mulus.
Ular tersebut berhasil diamankan tanpa ada kepanikan massal, tanpa korban jiwa, bahkan tanpa menyisakan satu goresan pun pada motor Ibu Ama.
Aksi heroik tiga personel di lapangan ini menjadi bukti nyata bahwa tugas pemadam kebakaran kini telah melampaui batas-batas penjinakan api.
Di bawah pengawasan ketat Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Touna, Alfred Leonard Lanu, SH.MAP, bersama Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Irma Mohamad, S.Sos.,M.AP, serta Kasi Pemadaman Abdul Wahid Lapangandong, S.Pd.,MM, layanan non-kebakaran seperti ini terus diasah demi menghadirkan rasa aman yang seutuhnya di tengah masyarakat.
Usai memastikan kondisi benar-benar kondusif, tim penakluk reptil ini pun merapikan kembali peralatan mereka dan kembali ke mako untuk melanjutkan siaga.
Bagi masyarakat Tojo Una-Una, ketenangan ini akan terus terjaga selama 24 jam penuh, cukup dengan menghubungi nomor telepon kantor (04642260004) atau hotline WhatsApp di 0851 7756 5710 kapan pun bahaya mengintai. *
CM&A/DamkarTouna


