LUWUK TIMES – Ada rindu yang tak pernah benar-benar hilang, hanya menunggu waktu untuk dipertemukan kembali.
Itulah yang terasa dalam reuni akbar alumni SMP Negeri 1 Bunta angkatan 2000. Sebuah pertemuan yang bukan sekadar acara, tetapi perjalanan pulang ke kenangan.
Setelah 26 tahun berpisah oleh jarak, waktu dan kesibukan hidup, para alumni akhirnya bertemu dalam tema sederhana namun sarat makna.
“Temu Kangen.” Siapa sangka, pertemuan perdana ini justru menjadi yang paling megah dan meriah sepanjang sejarah angkatan tersebut.
Kegiatan mulai pada 23 Maret 2026 pagi dengan aksi sosial yang menyentuh hati.
Para alumni turun langsung membagikan sembako kepada warga yang membutuhkan di Desa Pongian, Kecamatan Bunta, hingga Desa Polo.
Tawa dan haru berpadu mengingatkan bahwa kebersamaan yang dulu terjalin lewat bangku sekolah kini menjelma menjadi kepedulian nyata.

Keesokan harinya, 24 Maret 2026 pagi, suasana berubah menjadi penuh keceriaan.
Dalam agenda family gathering menuju Talaga Biru, para alumni hadir bersama keluarga masing-masing.
Anak-anak berlarian. Pasangan saling berbagi cerita. Sementara para sahabat lama kembali mengulang tawa yang pernah tercipta puluhan tahun silam.
Namun, puncak emosi terjadi pada malam harinya. Bertempat Grand City Bunta, gala dinner berlangsung khidmat sekaligus meriah.
Sembilan guru yang pernah mendidik mereka hadir. Dan delapan antaranya telah pensiun.
Sementara satu guru, Bapak Ahmad S.Pd, masih aktif mengajar dan kini menjabat sebagai kepala sekolah.
Momen pertemuan dengan para guru menjadi saat yang paling menggetarkan.
Banyak mata yang berkaca-kaca, menyadari bahwa waktu telah berjalan begitu cepat, namun rasa hormat dan kasih tak pernah pudar.
Acara malam puncak berlangsung sukses, penuh kemegahan, namun tetap hangat dan akrab.
Semua itu tidak lepas dari partisipasi seluruh alumni angkatan 2000 yang bahu-membahu mewujudkan reuni ini.
Bahkan mereka yang tidak dapat hadir secara langsung karena berada luar kota tetap ikut merasakan kebersamaan melalui siaran langsung.
Menurut Ninong Hungopa, selaku bendahara kepada Luwuk Times, Sabtu (28/03/2026), reuni ini bukan hanya tentang bertemu kembali.
Akan tetapi juga tentang menghidupkan kembali ikatan yang sempat terjeda oleh waktu.

“Ini bukan sekadar acara, tapi momen untuk mengingat siapa kita dulu, dan bagaimana perjalanan hidup membawa kita ke titik ini,” ungkapnya.
Reuni ini pun menjadi bukti bahwa persahabatan sejati tidak lekang oleh waktu.
Ia mungkin terdiam, tetapi tidak pernah benar-benar pergi dan ketika dipertemukan kembali. Dan ia tumbuh lebih hangat, lebih dalam dan lebih bermakna. *
Reporter Sofyan Labolo



