Hasrin Rahim Sebut 2.636 Pendukung Hari Sapto Bakal Kecewa
LUWUK TIMES – Langkah Partai Gerindra dalam mengusulkan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Hari Sapto Adji sebagai anggota DPRD Banggai terus saja menuai sorotan. Hasrin Rahim menilai, proses tersebut terkesan dipaksakan dan berpotensi menimbulkan ketidakadilan.
Hasrin secara tegas meminta agar Partai Gerindra, mulai dari DPP hingga DPC, tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Sebelum adanya putusan hukum tetap (inkrah) dari Pengadilan Negeri Luwuk atas gugatan yang diajukan Hari Sapto.
“Saya minta Partai Gerindra bersabar dulu. Menunggu hasil keputusan hukum tetap. PAW yang terkesan dipaksakan, maka itu termasuk kedzaliman,” ujar Hasrin, Sabtu (18/04/2026).
Ia mengingatkan bahwa keputusan yang diambil secara tergesa-gesa berpotensi menghasilkan dampak yang tidak baik. Bahkan, menurutnya, upaya memaksakan kehendak tidak akan membuahkan hasil jika tidak sejalan dengan kehendak Tuhan.
Hasrin juga menyampaikan apresiasi terhadap DPRD dan KPU Banggai yang hingga kini belum merespons usulan PAW tersebut. Menurutnya, kedua lembaga itu telah bertindak sesuai aturan karena proses hukum masih berjalan.
“Saya salut buat kedua lembaga (DPRD dan KPU) itu. Keduanya paham akan aturan. Sepanjang masih berproses hukum, maka PAW belum bisa dilaksanakan,” katanya.
Ia kemudian mengungkap sejumlah indikator yang membuat publik menilai usulan PAW tersebut terkesan dipaksakan. Salah satunya terkait kejanggalan dalam proses administrasi surat-menyurat.
DPP Partai Gerindra telah mengeluarkan surat pemberhentian Hari Sapto sebagai kader sejak 21 November 2025. Namun, surat tembusan baru diterima yang bersangkutan pada 3 Februari 2026.
“Ada rentang waktu lebih dari tiga bulan. Ini menunjukkan adanya keraguan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.
Selain itu, pada 24 November 2025 juga telah terbit surat usulan PAW dari DPP kepada DPC Partai Gerindra tanpa tembusan kepada Hari Sapto, yang semakin memperkuat kesan adanya ketidakwajaran dalam proses tersebut.
Preseden Buruk dan Risiko Politik
Hasrin menilai, jika PAW tetap dipaksakan, hal ini bisa menjadi preseden buruk bagi Partai Gerindra Kabupaten Banggai ke depan. Ia mengingatkan bahwa Hari Sapto tidak hanya bergantung pada partai. Tetapi juga memiliki basis dukungan yang kuat dari masyarakat.
Perolehan 2.636 suara pada Pemilu Legislatif 2024 menjadi bukti nyata kekuatan elektoral Hari Sapto di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Banggai. Jumlah tersebut signifikan dan turut berkontribusi dalam mengantarkan Partai Gerindra meraih dua kursi dari dapil tersebut.
Adapun rincian suara yang diraih Hari Sapto meliputi Kecamatan Kintom 365 suara, Batui 207, Batui Selatan 189, Moilong 408, Toili 1.185, serta Toili Barat 282 suara.
Menariknya, meskipun tergolong pendatang baru kancah politik Banggai, Hari Sapto mampu bersaing dengan politisi senior. Terutama Dapil IV yang terkenal sebagai “dapil neraka” karena ketatnya persaingan.
Hari Sapto sendiri berhasil meraih kursi ke-10 dari total 12 kursi yang diperebutkan dapil tersebut.
Dengan kondisi ini, Hasrin mengingatkan bahwa keputusan PAW yang dipaksakan berpotensi memicu kekecewaan dari para simpatisan. Yang pada akhirnya dapat berdampak pada elektabilitas Partai Gerindra masa mendatang.
Reporter Sofyan Labolo





