Kalah Dramatis di 8 Besar Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Tengah 2026, Manajemen Persibal Sampaikan Permohonan Maaf

oleh -204 Dilihat
oleh
Pelatih Persibal FC, Adhi Lambesia. (Foto dokumen pribadi)

LUWUK TIMES— Penampilan Persibal FC pada ajang Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Tengah 2026 sejatinya cukup memukau sejak fase penyisihan.

Mengandalkan dominasi pemain muda untuk menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-X Sulteng Kabupaten Morowali, skuad berjuluk MAHOSON ini tampil solid hingga keluar sebagai juara Pool B.

Bertanding di Lapangan Faqih Rasyid, Kota Palu, anak asuh pelatih Adhi Lambesia mampu menunjukkan performa impresif.

Pada laga perdana, Persibal menumbangkan Sinar Laut asal Donggala dengan skor 2-0.

Tren positif berlanjut saat mereka mengalahkan Garda FC (Kota Palu) dengan skor 2-1. Sekaligus mengunci posisi puncak klasemen dengan raihan enam poin.

Namun langkah Persibal harus terhenti secara dramatis pada babak 8 besar. Saat itu menghadapi AKL 88, runner-up Pool A.

Baca Juga:  PT ESSA PAU Dinilai tak Peduli Sepak Bola di Kabupaten Banggai

Meski berstatus sebagai tim tamu, Persibal tampil percaya diri. Bahkan langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan.

Dominasi tersebut berbuah hasil cepat. Pada menit ke-3, Hendra Adi Bayauw sukses mencetak gol indah melalui tendangan bebas. Itu yang membawa Persibal unggul 1-0 pada babak pertama.

Sayangnya, momentum pertandingan berubah drastis jelang turun minum.

Pada masa injury time babak pertama, pemain Persibal, Palip, mendapat kartu merah oleh wasit. Keputusan ini menjadi titik awal perubahan jalannya laga.

Memasuki babak kedua, AKL 88 memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Mereka berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan pemain bernomor punggung 17.

Baca Juga:  Fespati Banggai Berlaga di Ajang Internasional

Situasi semakin sulit bagi Persibal setelah kartu merah kedua kepada Alqumar pada menit ke-78.

Sembilan Pemain

Karena keputusan wasit yang kontroversi, sehingga sempat menimbulkan insiden di tengah lapangan

Bermain dengan sembilan pemain, keseimbangan tim pun terganggu.

Tekanan bertubi-tubi dari lawan akhirnya berujung petaka pada menit ke-85.

Sebuah gol bunuh diri kapten tim, Zulkarnaen, memastikan kemenangan 2-1 untuk AKL 88 sekaligus menggagalkan langkah Persibal ke semifinal.

Pelatih Persibal, Adhi Lambesia, mengakui dua kartu merah tersebut sangat memengaruhi performa tim saat merumput.

Bahkan apa yang menjadi keputusan wasit menimbulkan kontroversi di lapangan. Hal itu tentu saja memengaruhi psikologis anak-anak Persibal.

Baca Juga:  Selangkah Lagi Kesebelasan Luwuk Kota Rebut Medali Emas Porkab V Banggai 2025

“Kita sudah unggul cepat pada menit ke-3. Tapi situasi berubah setelah kartu merah pada akhir babak pertama dan satu lagi babak kedua. Itu sangat memengaruhi permainan tim,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Adhi yang juga mewakili manajemen Persibal menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Banggai dan para pecinta sepak bola.

“Mewakili manajemen Persibal, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Banggai karena belum bisa memberikan hasil terbaik,” ucapnya.

Meski gagal melangkah lebih jauh, perjuangan Persibal dengan skuad muda tetap memberikan harapan besar untuk masa depan sepak bola Banggai. *

Reporter Sofyan Labolo

No More Posts Available.

No more pages to load.