Media Gathering SKK Migas dan Pertamina EP Cepu Regional Indonesia Timur di Makassar
Makassar, Luwuk Times— Wartawan Metro Luwuk, Helmi Liana tak menyangka jika Ia terpilih sebagai jawara pada lomba tulis jurnalistik Media Gathering 2025 oleh SKK Migas dan Pertamina EP Cepu Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina, Selasa (24/06/2025).
Betapa tidak, selain ada 9 wartawan asal Kabupaten Banggai yang menjadi rivalitas internal, Ia juga harus berhadapan dengan ratusan jurnalis lainnya dari Pulau Jawa. Mulai dari Kabupaten Rembang, Blora, Subang, Sorong hingga Kabupaten Bojonegoro.
Teriakan histerisnya langsung memenuhi ruangan pada salah satu rumah makan di Kabupaten Maros.
Wajah Emi menjadi sumringah tersebut, setelah Officer CommRels & CID Regional 4, Widya membacakan judul berita, namanya serta nama medianya, sebagai pemenang lomba karya jurnalistik Media Gathering tahun 2025.
“Saya tidak menyangka bisa menjadi juara I. Makanya saya sempat teriak histeris lantaran senang,” kata Helmi.
Sekalipun kompetisi sangat kompetitif, namun Emi-sapaan Helmi Liana yang mampu memukau para dewan juri.
Dalam lomba karya tulis jurnalistik itu, Emi memilih judul tulisan “Terima Kasih Pertamina, Kami Tak Lagi Belajar di Lantai”.
Dalam tulisan itu Emi mengangkat tentang keberhasilan program tanggung jawab sosial (CSR) Pertamina EP Donggi Matindok Field.
Sebab perusahaan itu membangun fasilitas pendidikan hingga pelosok Banggai. Sekaligus memberi ruang belajar yang layak bagi anak-anak yang sebelumnya harus belajar di atas lantai tanah.
Kemenangan ini menjadi semakin bermakna. Itu lantaran Helmi adalah satu-satunya jurnalis perempuan dari Kabupaten Banggai yang ikut kompetisi tersebut.
Dan Ia berhasil memenangkan kompetisi yang jumlah pesertanya sebanyak 120 lebih jurnalis tersebut.
Selain Emi, empat jurnalis lainnya juga beruntung. Mereka masuk 14 besar pemenang lomba. Keempat wartawan itu adalah Haris Ladici (Sangalu), Asnawi Zikir (Tribunnews), Naser Kantu (Banggai Times) dan Imam Muslih (Kabar Banggai).
Jendela bagi Masyarakat
Emi tak sekadar mampu “menumbangkan” ratusan pesaing jurnalis pada kegiatan dengan mengusung tema “Acceleration Energy for Business Sustainability”.
Ia rupanya juga tahun 2024 lalu masuk 14 besar finalis lomba tulis nasional yang berlangsung di Kota Bandung Provinsi Jawa Barat.
Saat itu Emi dalam tulisannya mengangkat judul “Tatik Mengubah Stigma Perempuan Melalui Batik Sambiroto”.
Dua tahun berturut-turut ia hadir sebagai representasi kuat jurnalisme lokal yang berani mengangkat realitas sosial dengan sentuhan empati dan kualitas penulisan yang solid.
Widya pun memberi apresiasi buat Emi. Dalam sambutan Ia menyampaikan apresiasi atas semangat para jurnalis yang terus mengawal isu energi dan pemberdayaan masyarakat.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara media dan industri dalam membangun narasi keberlanjutan pada sektor hulu migas.
“Karya-karya jurnalistik seperti yang ditulis oleh Helmi menjadi jendela bagi masyarakat untuk melihat kontribusi nyata industri migas. Termasuk menjadi pemicu semangat perubahan di daerah,” ujarnya.
Dengan pena dan kepekaannya, Helmi Liana menunjukkan bahwa jurnalisme bukan hanya tentang berita. Akan tapi tentang harapan, perubahan, dan keberanian membawa suara yang jarang terdengar ke ruang nasional.
Ia adalah bukti bahwa dari Kabupaten Banggai, dari ruang yang jauh dari hiruk-pikuk ibu kota, lahir jurnalis perempuan yang mampu menginspirasi Indonesia. *


