PAGIMANA, LUWUK TIMES – Nama salah satu kampus ternama di Luwuk Kabupaten Banggai tercoreng.
Itu lantaran oknum dosen berinisial RP (43) diduga melakukan pelecehan seksual.
Aksi bejat dosen itu ia lakukan pada korban berinisial WT (23) warga kelurahan Basabungan.
Peristiwa terjadi, Kamis, (17/7), tepatnya pukul 03.30 wita.
Saat itu korban WT sedang tidur lelap. Korban dalam perjalanan dari Gorontalo menuju kecamatan Pagimana dengan menggunakan KMP Moinit.
Orang Tua korban N, kepada media ini mengatakan, anaknya saat itu berada pada ruang tempat tidur kapal VIP.
“Anak saya sedang tidur lelap. Tiba-tiba merasa ada sesuatu dalam celananya. Dan anak saya langsung terbangun serta panik takut. Setelah itu anak saya melaporkan kepada pihak ABK,” katanya.
Sambung ibu korban, “pelaku saat itu memiliki tempat tidur bersebelahan dengan korban. Sehingga pelaku sengaja melakukan perbuatan dengan memasukan tangan ke dalam celana korban,” katanya.
“Korban kemudian terbangun dari tidur. Dan saat itu korban langsung bangun dan bertanya ke pelaku kenapa berbuat begitu. Korban lagsung melaporkan ke pihak ABK,” tambah ibu korban.
Anto pihak Pegawai ASDP Pagimana membenarkan bahwa telah terjadi pelecehan diatas kapal Ferry KMP. Moinit oleh oknum RP.
Ia juga membenarkan bahwa peristiwa itu terjadi pada subuh hari ketika korban WT tertidur.
Tak hanya melaporkan ke ABK. Korban juga menelpon orang tuanya dan keluarga serta pihak pelabuhan Pagimana.
Prilaku pelaku itu tak terbantahkan. Pasalnya saat kejadian terekam oleh kamera pengawas atau CCTV kapal.
Kapolsek Pagimana turut mempertegas kasus asusila itu. Hanya saja ia belum banyak memberi komentar.
“Masih dalam proses pemeriksaan. Dan kam akan berikan informasi setelah selesai pemeriksaan BAP,” kata Kapolsek.
Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di atas kapal itu juga telah viral di media sosial.
Dalam video berdurasi pendek yang diambil oleh ibu korban, pelaku sedang diinterogasi polisi bersama pihak KMP Moinit.
Pelaku beberapa kali menutup wajahnya saat gambar visual diambil ibu korban.
Pelaku juga tidak sempat memberi tanggapan. Sebab siang itu iuga ia berada dalam sel tahanan Polsek Pagimana. *
Anto Yasin















