LUWUK TIMES— Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Banggai (AMRB) menggelar aksi demo, Senin (01/09/2025). Selain berorasi di bundaran Tugu Adipura Luwuk, para pendemo juga menggelar aksi di kantor DPRD Banggai.
Ini merupakan demo kali kedua. Karena sebelumnya para mahasiswa menggelar aksi serupa pada Kamis (28/08/2025).
Kota Luwuk siang itu sempat diguyur hujan. Namun tak menyurutkan semangat para pendemo. Mereka berasal dari tiga kampus Kota Luwuk, yakni Untika, Unismuh serta Amik Nurmal Luwuk.
Setelah beberapa menit berorasi di bundaran Adipura, pendemo bertandang ke kantor DPRD Banggai.
Aksi dengan melibatkan 100-an lebih peserta demo itu tak luput dari pengawalan aparat keamanan. Mulai dari Satpol PP, polisi hingga TNI.
Tak sekadar berorasi secara bergantian. Para pendemo juga membakar ban bekas tepat pada pintu halaman parlemen lalong (sebutan DPRD Banggai).
Bahkan aksi corat-coret pagar kantor DPRD Banggai yang berada di kawasan Teluk Lalong mewarnai aksi demo tersebut.
Beragam tulisan yang para pendemo tulis. Yakni “Dewan Penghianatan Rakyat”, “DPR Korup” dan “Bubarkan DPR”.
Selain itu, “Reformasi DPR”, “DPR Tikus Kantor” bahkan ada pula tulisan, “#1312”.
Berdialog di Halaman Kantor DPRD Banggai
Setelah beroarasi dan membakar ban bekas di depan kantor DPRD Banggai, para pendemo diberi kesempatan masuk dalam halaman kantor milik rakyat tersebut.
Meski sudah berada di pelataran kantor DPRD Banggai dan sejumlah anggota DPRD Banggai telah menunggu, namun pendemo belum mau berdialog.

Mereka meminta agar semua aparat kepolisian menjauh dari barisan pendemo.
“Kami meminta aparat kepolisian, termasuk TNI dan Satpol PP menjauh 5 meter. Setelah itu kami berdialog,” teriak salah seorang orator.
Didampingi sejumlah anggota DPRD Banggai, Wakil Ketua DPRD Banggai I Putu Gumi memberi pernyataan pembuka.
“Sebagai lembaga aspirasi, kami siap menampung. Dan kami pun siap menindaklanjuti aspirasi teman-teman mahasiswa,” kata Gumi.
Politisi PDI Perjuangan ini mengaku, pada aksi sebelumnya, DPRD Banggai telah menyikapi 10 tuntutan para pendemo.
“Beberapa waktu lalu ada 10 tuntutan. Semua aleg telah menandatangani. Bahkan sudah kami buat rekomendasi DPRD,” kata Gumi.
“Kami butuh dukungan dari para pendemo. Dan ini menjadi bagian evaluasi kami, sehingga APBD dapat dimaksimalkan untuk masyarakat,” tambah Gumi.
Penjelasan itu tak langsung ditelan mentah-mentah para peserta demo. Mereka ingin agar dialog ini berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Banggai.
Dengan jaminan keamanan dari para pendemo, sehingga pertemuan dari halaman kantor DPRD Banggai berlanjut pada ruang paripurna. *













