LUWUK TIMES — Di tengah dinamika politik lokal yang kerap didominasi wajah-wajah lama, nama Angga Saputra perlahan mencuri perhatian.
Pendatang baru panggung politik Kabupaten Banggai ini mendapat kepercayaan mengemban jabatan strategis sebagai Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Banggai periode 2025–2030.
Mendampingi Ketua DPD PAN Banggai, H. Akmal, Angga bukan sekadar pelengkap struktur.
Ia adalah representasi generasi muda yang kini mulai mendapat ruang lebih luas dalam tubuh partai berlambang matahari terbit tersebut.
Kelahiran Luwuk, 26 Maret 1984, Angga memang terbilang “hijau” dalam dunia politik praktis.
Namun, menyebutnya minim pengalaman jelas keliru. Rekam jejak organisasinya panjang dan beragam.
Alumni S1 Sistem Informatika dari STMIK Widya Cipta Darma Samarinda ini pernah menjadi Ketua LDK Informatika Study Islam Samarinda, Ketua Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) Banggai, serta Sekretaris Umum HIPMI Banggai.
Kini, ia menjabat sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Banggai dan Ketua Formatur Gerakan Ekonomi Kreatif Kabupaten Banggai.
Tak hanya aktif pada organisasi kepemudaan dan ekonomi. Angga juga terlibat dalam berbagai aktivitas sosial-keagamaan.
Ia tercatat sebagai pengurus Wahdah Islamiyah Banggai, pengurus DKM Masjid Agung An-Nuur Luwuk, hingga pengurus PHBI Kabupaten Banggai.
Luar aktivitas organisasi, Angga adalah pengusaha, Business Owner RHP Store, serta pernah berkarier sebagai karyawan Bank Muamalat Luwuk dan dosen pengajar AMIK Nurmal Luwuk.
Kombinasi pengalaman profesional dan organisasi inilah yang membentuk karakter kepemimpinannya, tenang, sistematis, namun tetap adaptif.
Sebagai putra bungsu dari almarhum Nazarruddin, mantan politisi senior Kabupaten Banggai, darah politik memang tak sepenuhnya asing baginya.
Namun Angga memilih membangun jalannya sendiri, dengan pendekatan yang lebih dialogis dan kolaboratif.
Mengapa PAN?
Dalam struktur partai, jabatan sekretaris bukan posisi administratif semata. Ia adalah penggerak roda organisasi, peramu strategi, sekaligus penjaga ritme konsolidasi.
Kepada Luwuk Times, Selasa malam (24/02/2026), Angga menegaskan bahwa pilihannya berlabuh ke PAN bukan keputusan sesaat.
“Berlabuh pada Partai Amanat Nasional adalah pilihan nilai dan komitmen,” ujarnya.
Bagi Angga, generasi muda Banggai tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan.
Mereka harus diberi ruang, kepercayaan, dan kesempatan untuk berkolaborasi membangun daerah melalui gagasan dan karya nyata.
Ia memaknai ruang kolaborasi bukan sekadar simbol kebersamaan, tetapi sebagai bentuk kedewasaan dalam berpolitik. Tempat di mana perbedaan dipertemukan, bukan dipertentangkan.
“Politik harus menjadi jembatan solusi, bukan sekadar arena kompetisi kekuasaan,” tegasnya.
Menurutnya, kekuatan anak muda terletak pada energi, kreativitas, dan integritas. Jika ruang kolaborasi dibuka seluas-luasnya, maka akan lahir kepercayaan.
Dari kepercayaan tumbuh kebersamaan, dan dari kebersamaan terbangun kemajuan yang berkelanjutan.
Bagi Angga, anak muda hari ini adalah arsitek masa depan Banggai. Namun kepemimpinan sejati, katanya, dibangun dengan etika, konsistensi, dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.
Ia pun mengajak generasi muda untuk tidak hanya puas menjadi penggembira demokrasi.
“Pastikan anak muda tidak hanya diberi panggung, tetapi juga diberi peran. Bersama, kita bangun Banggai yang lebih matang dalam demokrasi, lebih kuat dalam persatuan, dan lebih sejahtera dalam kebersamaan,” tutup Angga.
Reporter: Sofyan Labolo



