LUWUK TIMES – Olahraga tradisional panahan yang selama ini identik dengan kota-kota besar, kini mulai menggeliat di Kecamatan Pagimana.
Semangat itu ditandai dengan resmi berdirinya Pagimana Archery Club, wadah pembinaan atlet panahan tradisional yang semakin diminati kalangan remaja, guru, hingga masyarakat umum.
Berlokasi di arena latihan Desa Pisou, aktivitas panahan rutin digelar dengan penuh antusias.
Meski tergolong baru, klub ini sudah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Para remaja yang masih duduk di bangku sekolah tampak bersemangat berlatih, didampingi sejumlah guru dan warga yang ikut ambil bagian.
Salah satu pengurus Pagimana Archery Club, Zul Uloli, saat ditemui Luwuk Times pada Selasa (24/02/2026), mengungkapkan rasa syukurnya atas terbentuknya klub tersebut.
“Alhamdulillah, Pagimana Archery Club telah resmi terbentuk dan dikukuhkan oleh pengurus tingkat kabupaten pada Agustus 2025 lalu. Ini menjadi langkah awal kebangkitan panahan tradisional di daerah kita,” ujarnya.
Zul menjelaskan, olahraga panahan tradisional ini berada di bawah naungan Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI), organisasi resmi yang berdiri sejak 2018 dan berkomitmen melestarikan budaya panahan sebagai warisan bangsa.
Menurutnya, panahan bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana membangun karakter, konsentrasi, dan kebugaran jasmani.
Selain itu, olahraga ini terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang usia.
“Kami berharap masyarakat Pagimana, khususnya para remaja, bisa bergabung bersama klub ini. Harapan kami, ke depan Pagimana memiliki atlet andalan yang mampu bersaing di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional,” tambahnya penuh optimisme.
Saat ini Pagimana Archery Club memang masih memiliki jumlah atlet yang terbatas.
Namun dengan semangat kebersamaan dan dukungan masyarakat, klub ini diyakini akan terus berkembang dan menjadi kebanggaan Kecamatan Pagimana. *
Reporter Anto Yasin



