Ia menilai pemerintah terlalu menggantungkan harapan besar pada dua program itu. Seakan-akan mampu menjadi solusi utama untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera.
Padahal, kata dia, Indonesia masih menghadapi tekanan besar mulai dari utang luar negeri yang membengkak. Konflik internasional. Tekanan ekonomi dalam negeri hingga ancaman melemahnya APBN.
Bang Syukur Mandar juga mengkritik klaim penciptaan lapangan kerja melalui program MBG dan koperasi desa.
Ia mempertanyakan efektivitas penggunaan APBN untuk membiayai proyek yang belum tentu memberikan keuntungan besar bagi negara.
“Idealnya negara tidak usah terlalu jauh berbisnis. Penciptaan lapangan kerja itu harus melibatkan sektor swasta yang tumbuh. Bukan negara membiayai proyek dengan uang rakyat,” ujarnya.
Ia mengingatkan jika kebijakan seperti itu terus dipaksakan, maka kondisi APBN dikhawatirkan bisa semakin terbebani. Dan berdampak pada kondisi ekonomi nasional di masa depan.
Di akhir pernyataannya, Bang Syukur Mandar meminta Presiden Prabowo melihat kondisi tersebut sebagai persoalan serius. Yang tentu saja membutuhkan perhatian dan langkah konkret pemerintah. *
Sofyan Labolo



