LUWUK TIMES— Olahraga Indonesia, lebih Khusus Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), sebelum tahun 2020 hanya merupakan selebrasi perayaan belaka. Saat juara atlet mendapat sanjungan setinggi langit. Terlupakan dan tidak ditengok saat prestasinya drop alias menurun.
Tapi itu dulu. Sekarang pembinaan olahraga telah mendapat perhatian penuh dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Banggai.
Kepedulian dan suport pemerintah pada olahraga membuat aktifitas olahraga makin berkembang dan dinamis.
Jumlah cabang olahraga (cabor) kini terus bertambah. Roda kompetisi kian tertata rapi dan berkesinambungan.
Demikian pula atlet dan pelatih mulai mendapat sentuhan. Semua terjadi karena bupati, Amirudin Tamoreka yang juga Ketua KONI Banggai, sangat peduli dan paham betul dengan olahraga.
Untuk meraih prestasi tinggi, olahraga harus dikelola secara serius dan mendapat dukungan anggaran yang cukup, dengan sistem kepelatihan yang berkualitas. Demikian halnya fasilitas olahraga harus lengkap dan standar. Melahirkan prestasi harus melalui proses yang panjang dan benar.
Prestasi Olahraga Terbaik
Rosmiati dan Hasan, dua pemerhati olahraga Sulteng, kepada Luwuk Times Sabtu (23/08/2025) mengatakan, pembinaan dan capaian prestasi olahraga terbaik se Sulteng saat ini ada di Kabupaten Banggai.
Torehan prestasi monumental Banggai, terjadi karena maenset pemimpin yang mengurusi olahraga sangat progresif.
Kalau tidak, pembinaan akan berjalan datar dengan prestasi yang pas-pasan dan akan tertinggal.
Hadirnya bupati Banggai, Amirudin Tamoreka, yang turun langsung mengurusi olahraga, ternyata membuahkan prestasi manis. Banggai mampu “melompat jauh” meninggalkan kabupaten lain se Sulteng.
Bukti itu terlihat dengan sukses Kabupaten Banggai menjuarai Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2022 di Luwuk.
Torehan prestasi itu tak lepas dari campur tangan Amirudin Tamoreka yang peduli dan mau “berkorban” untuk olahraga.
Fasilitas olahraga Kabupaten Banggai dari tahun ketahun terus dibenahi dan dibangun.
Hampir semua cabor telah memiliki venue. Tahun 2025 giliran cabang renang yang belum memiliki venue akan punya kolam renang dengan standar nasional.
Pembangunan kolam renang standar nasional berukuran panjang 50 meter, lebar 25 meter dengan kedalaman 2 sampai dengan 2,60 meter.
Saat ini pembangunannya terus dipacu. Nantinya kolam renang yang terletak di kompleks Stadion Kilongan Luwuk akan memiliki 10 lintasan.
Selesai Tepat Waktu
Kabid penataan dan infrastruktur pemukiman dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kabupaten Banggai, I Putu Jati Arsana selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) mengatakan, pembangunan tahap 1, pekerjaan fokus pada pematangan lahan dan tribun, ruang bilas atlet dan umum.
Pelaksana pembangunan adalah CV Yerikho Abadi, dengan limit waktu 150 hari kalender. Yakni mulai 25 Juli 2025. Saat ini progres pekerjaan sudah sekitar 15 persen. I Putu Jati Arsana, optimis pembangunan kolam renang dapat selesai tepat waktu.
Yeriston Kusworo selaku penanggungjawab CV Yerikho Abadi mengaku pekerjaan berjalan lancar tanpa kendala. Yeriston optimis pekerjaan akan selesai tepat waktu.
Ketua harian KONI Sulteng, Edison Ardiles mengaku takjub melihat terobosan Kabupaten Banggai, bisa membangun kolam renang standar nasional.
Warga Sulteng patut bangga atas terobosan bupati Amirudin Tamoreka.
“Jika bupati/walikota se Sulteng dapat membangun infrastruktur olahraga pada daerahnya seperti Kabupaten Banggai, saya hakulyakin prestasi olahraga bumi Tadulako akan maju pesat”, tegas Ketua Harian KONI Sulteng.
Hadirnya kolam renang akan menjadi trigger bagi lahirnya prestasi nasional cabang renang dari kabupaten Banggai.
Sisi positif lain adanya kolam renang akan membuat pariwisata Kota Luwuk tumbuh berkembang. Utamanya untuk sport tourism.
Sebelum mengunci keteranganya. Edison tak lupa menyampaikan ucapan terima buat bupati Amirudin Tamoreka. Lewat terobosan yang luar biasa sudah membangun infrastruktur olahraga demi kemajuan olahraga Sulawesi Tengah. *
Setiyo Utomo













