Biaya Operasional Stunting di Bangkep 80 Persen, Sugianto Siap jadi Ayah Angkat

oleh -1166 Dilihat
oleh
Empat paslon pada debat kandidat perdana Pilkada Bangkep

BANGKEP — Calon Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Sugianto Tamoreka mengaku prihatin terhadap penanganan stunting. Pasalnya, biaya operasional lebih besar, dibanding anggaran yang langsung diberikan kepada ibu hamil dan bayi.

Keprihatinan ini secara tegas disampaikan Cabup Bangkep nomor urut 4 ini pada debat kandidat perdana Pilkada Bangkep, Rabu (30/10/2024) tadi malam.

“Saya prihatin dengan penanganan stunting di Bangkep. Biaya operasional lebih besar ketimbang anggaran yang dikucurkan untuk ibu hamil dan bayi,” kata Sugianto.

Baca Juga:  Gerindra Sulteng Usulkan Paket Fatiyah Suryani Mile-Sudirman Sapat ke DPP

Bayangkan saja sambung Sugianto, biaya operasional mencapai 80 persen. Sedangkan biaya yang dialokasikan kepada ibu hamil dan anak hanya 20 persen.

“Harus dirubah pola ini. Anggaran untuk ibu hamil dan anak-anak yang 80 persen. Sisanya 20 persen untuk operasional,” kata Sugianto.

Baca Juga:  Adu Kuat Cabup Impor Vs Lokal di Pilkada Banggai Kepulauan

Tak sekadar mengkritik, pada debat kandidat yang dipandu Andi Munafri malam itu, Sugianto menawarkan solusi.

“Jika insya Allah saya terpilih sebagai Bupati Bangkep, saya siap menjadi ayah angkat stunting,” tegasnya.

Cabup Bangkep Rusli Moidady tak menepis bahwa penanganan stuntin di Bangkep belum begitu maksimal. Butuh edukasi lebih massif kepada masyarakat.

Baca Juga:  Kepala BPKAD Bangkep Bikin Kontraktor dan Ratusan Pekerja Menjerit

“Penanganan stunting di Bangkep masih butuh edukasi kepada masyarakat. Dibentuk tim percepatan penurunan stunting dengan melibatkan semua sektor,” kata Rusli.

Tapi soal anggaran operasional yang tembus 80 persen, Rusli menyanggahnya.

“Anggaran 80 persen untuk jalan-jalan itu tidak tepat. Upaya Pemda sudah baik. Meski penurunan belum maksimal,” kata Rusli. *

Reporter Sofyan Labolo

No More Posts Available.

No more pages to load.