LUWUK TIMES— “Kami akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai dinas pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Banggai. Itu untuk memastikan bantuan dan program yang kami jalankan tepat sasaran. Termasuk memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar wilayah operasional proyek”.
Demikian External Relation & Security Manager PAU, Hermawan Adi Santoso, usai menerima piagam penghargaan dari Bupati Banggai, H. Amirudin pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Banggai ke-65, bertempat Lapangan Mirqan, Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan, Selasa (08/07/2025).
PT PAU mendapat penghargaan, lantaran perusahaan tersebut sukses dalam memberi kontribusi melalui Corporate Social Responsibility (CSR) selama tahun 2024.
Meski sudah mendapat penghargaan, tapi tak membuat PT PAU berhenti berkiprah. PT PAU berjanji akan terus memberi kontribusi pembangunan Kabupaten Banggai melalui program CSR.
Dan hal itu kembali menjadi penegasan Hermawan Adi Santoso dalam sesi wawancara dengan sejumlah media, beberapa waktu lalu.
“PT PAU berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan daerah melalui program CSR yang berkelanjutan,” ucapnya.
Apa yang dilaksanakan PT PAU itu, seirama dengan visi CSR perusahaan.
Yakni ikut andil dalam menciptakan trasnformasi dan sinergitas positif dalam kehidupan masyarakat melalui program pembangunan berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan.
Bahkan sejurus pula dengan enam misi PT PAU. Pertama, mendukung pendidikan dan mengembangkan pengetahuan.
Kedua, meningkatkan kesejahteraan melalui program pemberdayaan masyarakat. Ketiga, mengedepankan kesehatan dan keselamatan. Keempat, mencegah perubahan iklim dengan perlindungan lingkungan.
Kelima, membangun kolaborasi aktif. Sedang keenam melakukan perbaikan terus menerus terciptanya dampak positif jangka panjang.
Sementara tujuan dari CSR PT PAU pun cukup mulia. Yakni sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memberikan dukungan serta sumber daya dalam meningkatkan kesejahteraan dan mendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan.
Tak sekadar CSR. Eksistensi PT PAU juga tercermin lewat memorandum of understanding (MoU) atau kerjasama dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) pada lingkup Pemda Banggai.
Tanggal 30 September 2022, PT PAU resmi menandatangani kerjasama sama dengan Pemda Banggai.
Selanjutnya perjanjian kerja sama dengan Dinas TPHP terhitung sejak 16 Maret 2023.
Jumlah mitra PT PAU kemudian bertambah. Pada tanggal 28 Maret 2024 MoU dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Banggai.
Terbaru tanggal 22 Juli 2025 kembali PT PAU menjalin kerjasama dengan Dinas TPHP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Perikanan Kabupaten Banggai.
“Menandatangani sejumlah kontrak kerjasama dengan OPD ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk turut serta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Termasuk memperkuat pembangunan desa secara berkelanjutan,” tegas Hermawan Adi Santoso.
Transformasi Ekonomi
Harus kita akui, perusahaan yang beroperasi di Desa Uso Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah ini telah membawa dampak besar terhadap transformasi ekonomi buat daerah ini.
Hal yang paling menonjol adalah program CSR nya. PT. PAU telag menyalurkan berbagai program.
Mulai dari bidang pertanian, pendidikan, hingga pelestarian budaya. Termasuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar area proyek perusahaan.
Pada sektor pertanian misalnya. PT. PAU memberikan pembinaan kepada kelompok tani.
Tentang tata cara bercocok tanam yang baik, untuk berbagai komoditas. Seperti tomat dan cabai.
PT PAU pun banjir apresiasi. “Terima kasih PT PAU, yang telah membantu kami dalam pendampingan bercocok tanam yang baik,” kata perwakilan kelompok tani Manyuru Sejahtera Kecamatan Batui, Ali Muhammad Sofyan.
Selain itu pada bidang pendidikan, PT PAU juga tidak pernah menutup mata. Perusahaan ini memberikan perhatian kepada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) pada tiga kecamatan.
Ada tiga TK dan satu PAUD Kecamatan Batui. Satu TK dan satu PAUD Kecamatan Kintom. Dan empat TK yang berlokasi Kecamatan Nambo.
Lagi-lagi apresiasi disampaikan para penerima manfaat buat PT PAU.
“Terima kasih kepada PT PAU yang telah memperhatikan PAUD kami,” ucap salah satu perwakilan guru TK Kecamatan Nambo.
Selanjutnya bidang lingkungan. Menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banggai, PT PAU menanam sebanyak 2.000 bibit mangrove pada kawasan Pantai Makakata, Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui.
Bahkan kegiatan ini juga melibatkan para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Luwuk.
“Program menanam mangrove ini sangat penting. Karena selain manfaat positif buat ekologis, juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kawasan pesisir,” demikian pendapat salah seorang mahasiswa.
Inovasi Sosial Sinapatu
PT. PAU juga menerapkan program Inovasi Sosial Sinapatu (Sinergi pertanian terpadu), efisien dan berkelanjutan.
Sebelum action, perusahaan terlebih dahulu mencermati sejumlah permasalah teknis di lapangan.
Ada beberapa permasalah yang dianggap cukup krusial. Pertama, kelangkaan pupuk dan produktivitas panen.
Kedua, geografis wilayah, peran perempuan dalam pertanian dan budaya gastronomi.
Ketiga, sapi tidak dikandangkan. Itu pun menjadi konflik sosial. Keempat, pengetahuan dan ketrampilan yang terpisah. Sedang permasalahan kelima, kemiskinan dan ketimpangan sosial.
Selain permasalahan, PT PAU juga mencatat sejumlah potensi. Seperti kotoran sapi, limbah pertanian dan hijauan tanaman.
Kekerabatan dan kelembagaan masyarakat, adanya program inovasi satu juta satu pekarangan dari Pemda Banggai dan lahan pekarangan serta lahan terlantar serta praktik pertanian berkelanjutan.
Sebelum adanya Inovasi Sosial Sinapatu, masyarakat selalu bergantung pada penghasilan panen tahunan. Kesenjangan sosial mata pencaharian masyarakat sekitar perusahaan, masyarakat ingin bekerja diperusahaan
Dari sisi lingkungan, ternak berkeliaran yang merusak tanaman dan menimbulkan pencemaran.
Dan sekarang kondisinya menjadi ideal. Secara ekonomi, telah meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan, khususnya kelompok warga miskin dan PRSE.
Dari sudut padang sosial, dapat meningkatkan dan menguatkan peran peran perempuan. Sedang lingkungan, menurunkan ketimpangan sosial pengetahuan dan ketrampilan pertanian dan perkebunan yang terpadu, efisien dan berkelanjutan.
Dalam menerapkan Inovasi Sosial Sinapatu oleh PT PAU ini bukan tanpa pola. Konsep itu mereka memulainya dengan output.
Tahun 2021 merupakan tahapan rencana kerja. Tahun 2022 masuk pada kelembagaan kelompok, penguatan kapabilitas anggota dan penyediaan sarana serta prasarana.
Tahun 2023 adalah uji laboratorium produk, Pengadaan sarana dan prasarana alat. Dan tahun 2024 legalitas usaha, uji laboratorium lahan, penguatan serta kapabilitas anggota.
Sementara outcome nya dimulai tahun 2021 dengan membangun komununikasi dan membangun perencanaan kelompok.
Tahun berikutnya, membangun komitmen bersama antara masyarakat dan pemerintah. Kemudian, membangun pasar baru untuk penjualan hasil produk pertanian.
Dan tahun 2024 hasilnya dinikmati, dengan penjualan POP Rp 560 juta, penjualan POC 1,950 juta, penjualan sayuran kelompok Rp 32 juta serta penghematan pembelian pupuk Rp 350 Juta x 12 x 5 masa panen.
Hal ini membuktikan bahwa PT PAU sukses sebagai fasilitator dan kolaborator dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya yang berada pada wilayah operasional. *
Berikut sejumlah kegiatan PT PAU







Sofyan Labolo














