Dari Lorong Koperasi Pagimana Banggai, Ada Kisah Unik tentang Kesetiaan Rano Hari dan Reptil Kesayagannya

oleh -696 Dilihat
oleh
Rano Hari bersama reptil kesayagannya. (Foto Anto Yasin Luwuk Times)

LUWUK TIMES — Di sebuah sudut tenang Kompleks Lorong Koperasi, Kelurahan Pagimana Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai, ada pemandangan yang tak biasa.

Bukan suara ayam atau kambing. Melainkan seekor reptil eksotis yang dengan santai berjemur di bawah matahari pagi.

Itulah iguana peliharaan milik Rano Hari. Ia adalah pria yang menekuni hobi tak lazim pada lingkungan tempat tinggalnya.

Bagi sebagian orang, hewan peliharaan identik dengan kucing, burung, atau ikan. Namun Rano memilih jalur berbeda.

Ia memelihara iguana, reptil dengan panjang tubuh yang bisa mencapai 30 hingga 70 sentimeter.

Baca Juga:  Ratusan Pelari Ramaikan Puncak HUT ke 15 Kecamatan Batui Selatan

Kepada Luwuk Times, Minggu (22/02/2026), Rano bercerita bahwa ketertarikannya pada reptil berawal dari ular piton.

Parallax Image

“Awalnya saya pelihara ular piton, panjangnya lebih dari satu meter. Waktu itu saya tergabung dalam komunitas pecinta hewan,” ungkapnya.

Pertukaran tak terduga kemudian mengubah arah hobinya. Melalui media sosial, seorang rekannya dari Gorontalo tertarik pada piton miliknya.

Sebuah tawaran pun datang. Ular piton ia tukar dengan seekor iguana berusia dua bulan.

“Saya tidak langsung setuju. Saya cari tahu dulu tentang iguana. Setelah beberapa hari, akhirnya kami sepakat menukar,” kenangnya.

Baca Juga:  Gandeng Masyarakat dan Pelajar, Koramil 1308-07 Pagimana Gelar Karya Bakti

Kesepakatan itu ia wujudkan dengan cara yang unik.

Hewan peliharaan masing-masing dikirim menggunakan kapal feri rute Pagimana–Gorontalo. Sejak 17 April 2018, iguana itu resmi menjadi bagian dari keseharian Rano.

Kini, delapan tahun berlalu. Iguana tersebut tumbuh sehat di bawah perawatan telaten sang pemilik.

Untuk urusan makan, Rano mengaku tak kesulitan.

“Makanannya sayur dan buah. Kangkung, wortel, kol, sawi, juga buah naga. Minumnya air putih,” jelasnya.

Namun memelihara iguana bukan sekadar memberi makan. Ada rutinitas penting yang tak boleh terlewat.

Baca Juga:  Sampah di Kilper Luwuk Utara tak Kunjung Diangkut, Warga Bingung Buang Dimana

“Harus saya mandikan, lalu saya jemur di bawah sinar matahari beberapa menit,” katanya.

Bagi Rano, iguana bukan sekadar hewan peliharaan. Ada rasa kedekatan emosional yang terbangun selama bertahun-tahun.

“Umur dua bulan saya pelihara sejak April 2018, sampai sekarang 2026 masih bersama saya,” tuturnya dengan senyum.

Di tengah tren peliharaan konvensional, kisah Rano Hari menghadirkan warna tersendiri.

Sebuah bukti bahwa hobi bisa tumbuh dari keberanian mencoba hal berbeda. Bahkan jika itu berarti berbagi rumah dengan reptil eksotis. *

Reporter Anto Yasin

Editor Sofyan Labolo