Dinas TPHP Banggai dan PT PAU Gelar Penilaian Kelompok Tani Berprestasi di Kintom

oleh
oleh
Foto foto Dinas TPHP Kabupaten Banggai untuk Luwuk Times

LUWUK TIMES – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai bersama PT. Panca Amara Utama (PAU) melaksanakan penilaian kelompok tani dalam rangka penghargaan bagi kelompok berprestasi di Kecamatan Kintom, Rabu (13/05/2026).

Kegiatan tersebut diikuti tujuh kelompok tani penerima bantuan program kerja sama PT. PAU dan Dinas TPHP tahun 2023 hingga 2025. Masing-masing kelompok diwakili oleh ketua dan sekretaris kelompok tani.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas TPHP Kabupaten Banggai, Irul Mambuhu kepada Luwuk Times mengatakan, penilaian ini bertujuan untuk mengukur perkembangan dan keberhasilan kelompok tani setelah menerima bantuan program kerja sama.

“Penilaian ini menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi untuk melihat sejauh mana kelompok tani mampu berkembang. Baik dari sisi kelembagaan, produksi, hingga kemandirian usaha,” ujarnya.

Dalam penilaian tersebut, tim melakukan evaluasi terhadap kemampuan kelompok tani dalam merencanakan kegiatan.

Mengorganisasikan kelompok, melaksanakan program usaha tani, melakukan pengendalian dan pelaporan, serta mengembangkan kepemimpinan kelompok tani.

Selain itu, aspek monitoring juga meliputi kelembagaan, keanggotaan, produksi pertanian, sarana dan prasarana, permodalan, pemasaran, tingkat kemandirian, hingga dampak ekonomi bagi anggota kelompok.

Tim penilai terdiri dari unsur Dinas TPHP Kabupaten Banggai melalui Bidang Hortikultura bersama para penyuluh pertanian. Yakni ketua tim kerja, koordinator penyuluh, dan penyuluh wilayah binaan.

Irul menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi dasar dalam menentukan langkah pembinaan, pendampingan, dan tindak lanjut program kerja sama pada tahun mendatang.

Menurutnya, program penghargaan bagi kelompok tani berprestasi diharapkan mampu mendorong terciptanya kelompok tani yang aktif, tertib administrasi, produktif, serta memiliki kemampuan usaha dan pemasaran yang lebih baik.

“Harapan kami, kelompok tani penerima bantuan dapat terus berkembang, mandiri, dan mampu meningkatkan pendapatan anggotanya melalui pengelolaan usaha tani hortikultura yang berkelanjutan,” tutupnya. *

Sofyan Labolo