Jika Dolar Tembus Rp20 Ribu, Indonesia Terancam Lumpuh, Presiden Prabowo Paling Bertanggung Jawab

oleh -156 Dilihat
oleh
Perjalanan rupiah

LUWUK TIMES – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini menjadi perhatian serius publik.

Berdasarkan data referensi per 15 Mei 2026, kurs rupiah telah menyentuh angka Rp17.600 per USD. Dan ini tentu saja memicu kekhawatiran luas terhadap kondisi ekonomi nasional.

Banyak kalangan menilai, jika dolar Amerika menembus angka Rp20 ribu, maka Indonesia akan menghadapi situasi krisis berat.

Harga kebutuhan pokok diprediksi melonjak. Biaya impor membengkak. Daya beli masyarakat jatuh. Bahkan ancaman PHK massal di berbagai sektor industri.

Sorotan tajam pun diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Meski baru sekitar satu tahun lebih memimpin Indonesia, pemerintahan Prabowo disebut memberi kontribusi besar terhadap semakin melemahnya rupiah di pasar internasional.

Perjalanan Nilai Tukar Rupiah

Dalam catatan perjalanan nilai tukar rupiah dari masa ke masa, Presiden pertama RI Soekarno disebut masih mampu menjaga stabilitas rupiah dengan kurs sekitar Rp1 hingga Rp3 per dolar AS.

Pada era Soeharto, rupiah mulai mengalami tekanan hingga menyentuh kisaran Rp16 ribu per USD pada penghujung masa pemerintahannya.

Saat dipimpin B. J. Habibie, rupiah sempat membaik dan berada pada kisaran Rp7.500 per dolar AS.

Namun pada masa Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, nilai tukar kembali melemah menjadi sekitar Rp8.500 per dolar.

Kondisi serupa berlanjut pada era Megawati Soekarnoputri dengan kurs sekitar Rp9.500 per USD.

Di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, rupiah kembali tertekan hingga berada di kisaran Rp12 ribu per dolar AS.

Sementara pada era Joko Widodo, nilai tukar rupiah tercatat mencapai sekitar Rp15.800 per dolar AS.

Pelemahan Paling Dalam

Kini, di era pemerintahan Prabowo, rupiah justru mencatat pelemahan paling dalam hingga menyentuh Rp17.600 per USD.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran besar di tengah masyarakat terkait arah kebijakan ekonomi nasional ke depan.

Sejumlah pengamat menilai, apabila pemerintah gagal mengendalikan pelemahan rupiah dan dolar benar-benar menembus Rp20 ribu, maka dampaknya bisa sangat fatal bagi perekonomian Indonesia.

Baca Juga:  Bang Syukur Mandar: Koruptor Dimanjakan, Indonesia Sulit Keluar dari Wabah Korupsi

Karena itu, Presiden Prabowo dinilai menjadi pihak yang paling bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah agar tidak semakin terpuruk dan tak berdaya. *