LUWUK TIMES – Masjid Besar Kecamatan Bunta yang telah berdiri lebih dari 35 tahun akhirnya diusulkan untuk direhabilitasi.
Masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Bunta itu disebut belum pernah mengalami renovasi besar sejak terakhir diperbaiki pada era 1900-an dan 2000-an.
Bangunan masjid yang selama ini berukuran 25 x 25 meter direncanakan akan dirampingkan menjadi 20 x 20 meter, dengan tambahan teras seluas 5 x 5 meter.
Rehabilitasi ini fokus untuk memperkuat struktur dan mempercantik tampilan, tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.
Ketua panitia pelaksana, Samsulrizal Mangantjo, menyampaikan bahwa rencana rehab sudah mulai dibahas, termasuk kebutuhan anggaran awal untuk pembangunan dinding.
Anggota DPRD Banggai Irwanto Kulap menegaskan komitmennya terhadap pembangunan masjid tersebut.
Ia mengaku memiliki kenangan mendalam dengan masjid itu sejak masih duduk di bangku SMP 1 Bunta.
“Ini masjid kebanggaan kita. Sejak saya masih SMP 1 Bunta, saya sudah di sini. Bahkan pernah jadi tukang pukul beduk bersama teman teman lainnya,” kenang Irwanto Kulap.
Menurutnya, dana awal untuk memulai pembangunan sudah tersedia. Bahkan, ia secara pribadi menyatakan akan mendorong pada momentum APBD Perubahan 2026. Hal itu demi kelancaran rehabilitasi.
“Saya akan upayakan pada momentum ABT. Karena siapa lagi kalau bukan kita. Ini ikon Bunta, kebanggaan masyarakat,” tegasnya.
Secara keseluruhan, anggaran yang diusulkan mencapai Rp1,7 miliar. Ia berharap minimal 30 hingga 40 persen dari total kebutuhan tersebut terakomodir lewat anggaran pemerintah.
“Insyaallah di ABT ini, kita doakan ada dananya. Ini untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.
Rehabilitasi Masjid Besar Bunta diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik bangunan.
Akan tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam menjaga warisan serta simbol kebanggaan daerah yang religius. *
Reporter Sofyan Labolo












