Ketua PWRI Banggai Bachtiar Pasman: Pensiun itu Menyakitkan

oleh -1323 Dilihat
oleh
Didampingi Pj Sekab Banggai Ramli Tongko, Ketua PWRI Banggai Bachtiar Pasman meniup lilin HUT ke 62 PWRI, bertempat di sekretariat PWRI Banggai, Sabtu (27/07/2024) malam. (Foto: Sofyan Labolo Luwuk Times)

BANGGAI— Ketua Persatuan Wredathama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Banggai Bachtiar Pasman mengatakan, pensiun merupakan kenyataan yang tidak bisa dihindari oleh para ASN. Dan menjadi pensiunan itu sungguh menyakitkan.

Memberikan sambutan pada malam tasyakuran HUT PWRI ke 62 bertempat di sekretariat PWRI Banggai, Sabtu (27/07/2024) malam, Bachtiar mengatakan, tanggal 27 Juli 2024, PWRI genap berusia 62 tahun.

Walaupun usianya sudah tidak muda, namun bicara soal PWRI banyak yang belum tahu.

Baca Juga:  Politisi PKB Optimis Sulianti Murad Pecahkan Mitos Bupati Banggai dari Perempuan

“Kata umum nya adalah pensiun. Tapi lebih menggunakan kata Wredathama. Yang artinya orang tua yang utama. Cuma nama yang utama, tapi tidak diutamakan. Meski begitu kami tetap tegar,” kata Bachtiar.

Pensiun kata Om Tiar sapaannya, sangat menyakitkan. Meski begitu pensiun sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari oleh kalangan ASN.

Kenapa menyakitkan? Ia memberi jawabannya.

Bagi kalangan pejabat, tentu pernah merasakan masa kejayaannya. Mendapat jabatan serta fasilitas yang memadai. Tapi pada akhirnya, jabatan dan fasilitas itu berakhir seiring masuk masa pensiun.

Baca Juga:  BEM Untika Luwuk Keberatan Akun Resmi Polres Banggai, Tolak Framing Sinergi Mahasiswa dan Polisi

“Setiap ada permulaan, pasti ada akhir,” kata mantan Kasat Pol PP Kabupaten Banggai yang saat ini menjadi politisi.

Anggota DPRD Banggai periode 2019-2024 ini mengaku tidak sepakat dengan pendapat yang menyebutkan setelah pensiun maka berenti pula aktivitas yang dilakukan.

Pj Sekab Banggai Ramli Tongko menyerahkan hadiah kepada para pemenang Idol PWRI Banggai, Sabtu (27/07/2024) malam. (Foto: Sofyan Labolo Luwuk Times)

Malah sebaliknya sambung Om Tiar, pada masa pensiun lebih banyak waktu luang yang dapat dimanfaatkan. Tak hanya untuk kepentingan pribadi, tapi untuk kepentingan orang banyak.

Baca Juga:  Banyak ASN yang Jarang Masuk, Bupati Banggai Amirudin: BKPSDM jangan Toleransi

“Setelah pensiun kita belum habis tugas. Justru banyak tugas terhadap pembangunan,” katanya.

“Kalau ASN itu urusannya fokus. Tapi pensiun lebih luas yang kita urus. Jika perlu secara kelembagaan PWRI Banggai mengajukan rekomendasi ke pemerintah terkait dengan aspirasi publik,” tambah Om Tiar. * (advertorial)

Baca: Kasi Humas Polres Banggai Iptu Al Amin Beberkan Program Unggulan AKBP Putu Hendra

No More Posts Available.

No more pages to load.