Khutbah Idul Adha di Masjid Agung An-Nuur Luwuk: Ustad DR. Jumahir Ajak Umat Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim dan Ismail

oleh -281 Dilihat
oleh
Suasana khusyuk dan penuh haru menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Rabu (27/5/2026). (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

LUWUK TIMES – Suasana khusyuk dan penuh haru menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung An-Nuur Luwuk, Rabu (27/5/2026).

Ribuan jamaah yang memadati masjid mendengarkan khutbah penuh makna yang disampaikan oleh Ustad DR. Jumahir.

Dalam khutbahnya, Ustad Jumahir mengajak umat Islam menjadikan Idul Adha bukan sekadar perayaan atau pesta daging kurban, melainkan momentum untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, dan keikhlasan kepada Allah SWT.

Menurutnya, Idul Adha mengandung pesan spiritual yang sangat mendalam melalui kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam, Siti Hajar, dan Nabi Ismail Alaihissalam yang menjadi simbol keteguhan iman dan kepatuhan terhadap perintah Allah.

“Idul Adha adalah momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah, membersihkan hati, serta merenungi hakikat kehidupan dunia yang fana ini,” ujar Ustad Jumahir di hadapan jamaah.

Ia mengisahkan perjuangan Siti Hajar yang berlari bolak-balik antara Bukit Safa dan Marwah demi mencari air untuk putranya, Ismail, di tengah padang tandus.

Dari perjuangan dan kesabaran itu, Allah SWT kemudian menghadirkan mukjizat air zam-zam yang hingga kini menjadi sumber kehidupan bagi jutaan umat Islam.

Kisah tersebut, kata dia, mengandung pelajaran besar bahwa manusia wajib berikhtiar dengan sungguh-sungguh, namun hasil akhirnya tetap berada dalam ketentuan Allah SWT.

Selain itu, khutbah juga menyoroti keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Ketika Nabi Ibrahim menerima perintah untuk menyembelih putranya sendiri, keduanya menunjukkan ketaatan dan ketulusan luar biasa tanpa sedikit pun membantah kehendak Ilahi.

“Pengorbanan Nabi Ibrahim sejatinya mengajarkan kita untuk mengorbankan sifat-sifat buruk dalam diri, seperti keserakahan, egoisme, cinta dunia berlebihan, dan hawa nafsu,” jelasnya.

Ustad Jumahir juga menekankan pentingnya membangun keluarga yang penuh keimanan dan ketakwaan sebagaimana dicontohkan keluarga Nabi Ibrahim.

Menurutnya, keharmonisan rumah tangga, dukungan istri, serta ketaatan anak menjadi fondasi utama dalam membangun generasi yang kuat secara spiritual dan moral.

Di akhir khutbah, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum introspeksi diri, memohon ampunan kepada Allah SWT, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Baca Juga:  Sapi Kurban Presiden Prabowo 875 Kg Disembelih di Masjid Agung An-Nuur Luwuk

“Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, umur panjang, keberkahan hidup, serta membimbing keluarga kita semua ke jalan yang diridhai-Nya,” tutupnya.

Takbir yang menggema di seluruh area masjid menambah kekhusyukan suasana, menandai perayaan Idul Adha yang sarat pesan pengorbanan, keikhlasan, dan ketakwaan. *

Sofyan Labolo