Krisis Air Berlarut, Emak-Emak Luwuk Utara Datangi Kantor PDAM: “Kami Butuh Air, Bukan Tangki”

oleh -6 Dilihat
oleh
Kantor PDAM Pelayanan Unit Luwuk Utara

LUWUK TIMES – Suara protes warga kembali pecah tepat depan Kantor PDAM Pelayanan Unit Luwuk Utara, Jumat (6/2/2026).

Dengan sound system seadanya, puluhan warga didominasi ibu-ibu menyampaikan keluh kesah mereka soal air bersih yang tak lagi mengalir selama sebulan.

Aksi ini terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Facebook Fitri Siwy, tayang sekitar enam jam sebelum berita ini turun.

Dalam video berdurasi beberapa menit itu, warga tampak berkumpul di halaman kantor PDAM. Mereka menyuarakan kekecewaan dengan nada tegas namun penuh harap.

“Dengan hormat bapak Ontet, bapak Wawan, cek di Keles,” teriak salah seorang warga, meminta perhatian langsung dari pihak PDAM.

Warga menyebut, sejak 8 Januari hingga 6 Februari 2026, air tidak lagi mengalir ke rumah-rumah mereka.

Bantuan air menggunakan tangki dinilai bukan solusi. Kebutuhan air bersih untuk memasak, mencuci, hingga keperluan sehari-hari tak bisa bergantung pada suplai terbatas.

“Dari pagi sampai malam kami butuh air. Tangki bukan solusi. Kami butuh air 1×24 jam,” ujar seorang ibu rumah tangga di tengah kerumunan.

Melempar Kantor PDAM 

Situasi sempat memanas. Beberapa warga terlihat melempar kantor PDAM sebagai bentuk luapan emosi.

Baca Juga:  Nama Hadianto Rasyid Terseret Polemik Insiden Nambo, Media Sosial Langsung Riuh

Namun mereka menegaskan tak berniat masuk ke dalam kantor. Warga hanya ingin mendengar penjelasan langsung dan solusi konkret.

“Kami tidak mau masuk kantor. Kami cuma mau dengar penjelasan. Kalau memang ada sumbatan, kami warga siap bantu kerja bakti,” kata warga lainnya.

Keluhan juga tersampaikan terkait beban ekonomi. Seorang warga menghitung, kebutuhan air galon bisa mencapai tujuh galon per hari. Jika dikalikan sebulan, biaya yang dikeluarkan dinilai sangat memberatkan.

“Kami mohon, warga butuh air. Bukan tangki solusinya,” teriak warga dengan nada lirih namun penuh tekanan.

Beberapa saat kemudian, Latif, karyawan PDAM Luwuk Utara, keluar menemui massa. Pihak PDAM menyampaikan bahwa perbaikan akan dilakukan.

“Insya Allah, hari ini kita perbaiki. Terima kasih,” ujar perwakilan PDAM singkat.

Usai mendapat penjelasan, suasana sedikit mereda. Warga mengapresiasi kehadiran dan penjelasan dari pihak PDAM, meski berharap janji tersebut benar-benar terealisasi.

“Terima kasih bapak Wawan sudah kasih penjelasan. Dari kemarin baru ini dijelaskan,” ucap salah satu warga.

Diketahui, sehari sebelumnya, DPRD Banggai melalui Komisi III telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait krisis air bersih yang melanda tiga kecamatan, yakni Luwuk, Luwuk Utara, dan Luwuk Selatan.

Warga kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar janji.

Baca Juga:  PT Integra Mining Nusantara Ajukan Banding Administrasi, Akan Turunkan Tim Independen Terkait 15 Rekomendasi Gubernur Sulteng

Air bersih, bagi mereka, bukan kemewahan melainkan kebutuhan dasar yang tak bisa ditunda.

Sementara itu, warga yang tinggal di kompleks perumahan samping GOR Kilongan menduga ada oknum pegawai PDAM yang justru kediamannya tak pernah krisis air.

Ia meminta agar pihak PDAM segera menyikapi ketidak adilan tersebut.

“Ada oknum pegawai PDAM yang malah air nya lancar. Mulai pagi sampai malam. Tapi kok kenapa air kami justru tak jalan,” tanya dia. *

Reporter Sofyan Labolo