Pagi di Desa Bangketa, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, terasa sedikit berbeda. Di tengah riuh rendah aktivitas warga yang memulai hari, sekelompok pria berseragam cokelat berjalan beriringan. Langkah mereka penuh takzim, menyusuri jalan desa menuju sebuah rumah yang tampak sunyi.
HARI itu, Jumat (3/7/2026), Polsek Nuhon tidak sedang melakukan razia atau memburu pelaku kejahatan. Mereka datang membawa misi yang jauh lebih lunak: mengetuk pintu hati, membawa secercah harapan dalam sebuah aksi nyata bertajuk “Jumat Berkah Berbagi”.
Di dalam rumah sederhana itu, seorang lanjut usia (lansia) terbujur dengan ruang gerak yang teramat terbatas. Penyakit stroke yang dideritanya selama bertahun-tahun telah merenggut kebebasan fisiknya, menjadikannya saksi bisu dari balik dinding rumah atas berlalunya waktu.
Ketukan Pintu dan Senyum yang Mengganti Sepi
Suasana hening mendadak berubah hangat saat Kapolsek Nuhon, IPDA Tesar M. Noor, melangkah masuk.
Didampingi oleh sejumlah personelnya serta Kepala Desa Bangketa, Marten Sampow, ia mengulurkan sebuah paket sembako. Nilainya mungkin tidak mewah, namun bagi sang lansia, paket itu adalah bukti nyata bahwa ia tidak dilupakan.
Seketika, ruang tengah rumah tersebut diselimuti suasana haru yang pekat. Saat jemari renta itu menerima bantuan, air mata tak terbendung lagi.
Dengan suara yang lirih hampir menyerupai bisikan akibat sisa-sisa stroke yang menggerogoti tubuhnya sang lansia terbata-bata mengucapkan terima kasih. Sebuah kalimat pendek yang sarat akan doa dan rasa syukur yang mendalam.
Bantuan sembako ini dihadirkan Polsek Nuhon sebagai wujud empati mendalam bagi warga jompo yang sedang berjuang melawan kerasnya penyakit di usia senja.
Lebih dari Sekadar Menjaga Keamanan
Bagi IPDA Tesar M. Noor, seragam polisi yang ia kenakan bukan sekadar simbol penegakan hukum, melainkan juga jembatan kemanusiaan.
Kegiatan Jumat Berkah ini, menurutnya, adalah penegasan tentang esensi kehadiran Polri yang sesungguhnya di tengah-tengah masyarakat.
“Polri hadir untuk masyarakat. Tugas kami tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban saja, tetapi juga memberikan sentuhan bantuan dan kepedulian sosial kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” ungkap IPDA Tesar dengan tulus.
Ketika matahari bergeser naik, rombongan Polsek Nuhon berpamitan. Mereka meninggalkan rumah itu dengan tangan kosong, namun pulang dengan dada yang penuh.
Di belakang mereka, di dalam rumah sederhana di Desa Bangketa, ada sepiring nasi yang siap tersaji dan untaian doa yang terus mengalir di hari Jumat yang penuh berkah. *
Sumber Polres Banggai yang diolah redaksi Luwuk Times


