Advertising

Saat Kepanikan Lumpuhkan Desa Maasing: Simulasi JOB Tomori Latih Kesiapsiagaan Warga Hadapi Bencana

Sofyan
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Batui Selatan — Siang itu, terik matahari memeluk hangat Desa Maasing, Kecamatan Batui Selatan. Aktivitas warga berjalan santai seperti biasa.

Sebagian menggarap sawah, anak-anak riang di ruang kelas, dan sebagian lainnya bergelut dengan rutinitas harian.

Namun, dalam hitungan detik, ketenangan itu mendadak berganti gemuruh kepanikan.

Guncangan dahsyat menghantam desa. Gempa bumi berkekuatan 5,4 Skala Richter baru saja mengguncang kawasan tersebut.

Kekacauan dengan cepat meluas. Infrastruktur desa berantakan. Rumah-rumah warga rusak parah, tiang listrik roboh menutupi jalan dan jembatan penghubung utama ambruk.

Meski gempa dilaporkan tidak berpotensi tsunami, kerugian material tampak begitu masif. Kerentanan desa yang dilewati jalur pipa gas industri makin menambah tingkat krisis.

Telepon seluler milik Kepala Desa Maasing, Andi Satuwo Andi Tahang, tak henti-hentinya berdering. Nada bicara warga di seberang telepon bergetar, dibalut rasa takut dan bingung.

“Pak Kades, sekolah kena dampak! Tiang listrik ambruk, jembatan putus!” celetuk suara dari seberang telepon.

Belum selesai laporan itu ditanggapi, telepon lain masuk dari area persawahan.

Warga panik, terisolasi. Tak lama kemudian, kabar darurat lain menyusul: kebakaran mulai menjalar di salah satu titik.

Di tengah bombardir laporan darurat itu, Kades Maasing berupaya tetap tenang. Tangannya sigap menginstruksikan langkah penanganan awal.

“Tetap tenang, jangan panik! Kami siapkan ambulans. Titik kumpul utama di Balai Desa dan rumah Kepala Dusun. Sembako dan bantuan awal sedang disiapkan. Kami segera berkoordinasi dan meminta petunjuk dari JOB Tomori,” tegasnya menenangkan warga.

Garis Pipa dan Bencana

Ketegangan yang membakar emosi tersebut beruntung bukanlah bencana sungguhan.

Suasana mencekam yang berlangsung sekitar 30 menit itu merupakan bagian dari simulasi pada kegiatan Sosialisasi Rencana Tanggap Darurat Kebencanaan yang digelar oleh JOB Tomori Sulawesi di Balai Desa Maasing, Selasa (18/08/2026).

Kegiatan setengah hari ini menghadirkan sinergi lintas instansi. Tak hanya manajemen JOB Tomori, hadir pula BPBD Kabupaten Banggai, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga Basarnas Kabupaten Banggai.

Tampak hadir jajaran pimpinan JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi seperti Field Senior Manager Abidzar Akman, QHSE Senior Manager Romy Irvan Prasetyo, serta Safety Section Head Muhamad Fatoni.

Dari lini instansi pemerintah, hadir Kepala Basarnas, Kadis DLH Banggai Rustam Pettasiri bersama Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Rahmayati Ibrahim, Sekretaris BPBD Nurlaela Abdullah, jajaran Kasubsektor, hingga Kades Maasing.

Dalam sambutannya, Abidzar Akman menegaskan alasan strategis mengapa Desa Maasing menjadi fokus utama kegiatan mitigasi ini.

Example 120x600