Lumbung Beras di Sulteng, Parigi Moutong Justru Mengalami Kelonjakan Harga

oleh -1074 Dilihat
oleh
Melibatkan instansi terkait turun pada dua pasar tradisional utama, yakni Pasar Sentral Tagonu Parigi dan Pasar Tolai.

PARIGI MOUTONG, LUWUK TIMES— Parigi Moutong merupakan lumbung beras terbesar se Sulteng.

Meski begitu harga berasnya justru mengalami kelonjakan signifikan, tembus pada angka Rp 18.000/kg. Dan itu jauh dari harga eceran tertinggi (HET) nasional Rp 12.500/Kg untuk beras medium.

Kenaikan harga beras tersebut praktis memantik respons cepat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Menyikapi situasi ini, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid langsung menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengambil langkah strategis. Tujuannya untuk menstabilkan harga dan menjamin pasokan beras.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulteng, Rudi Dewanto memimpin pengecekan lapangan. Ia melibatkan instansi terkait turun pada dua pasar tradisional utama, yakni Pasar Sentral Tagonu Parigi dan Pasar Tolai.

Dalam rapat persiapan pengecekan, Rudi Dewanto mengungkapkan, lonjakan harga beras dipicu oleh tingginya arus keluar beras dari Parigi Moutong ke daerah lain seperti Gorontalo dan Manado.

Faktor letak geografis yang strategis serta kerjasama dagang antarpelaku usaha menyebabkan petani lebih memilih menjual beras ke luar provinsi. Itu karena tawaran harga yang lebih tinggi.

“Harga luar provinsi lebih menggiurkan. Banyak petani menjual ke sana. Ini harus kita sikapi agar pasokan untuk kebutuhan dalam daerah tetap terjaga,” kata Asisten Rudi Dewanto di ruang rapat Wakil Bupati Parigi Moutong, Jumat (18/7/2025).

Sebagai solusi, Ia menegaskan pentingnya intervensi pemerintah daerah dan Perum BULOG. Termasuk usulan agar petani menyisihkan minimal 20 % hasil panennya untuk dikelola BULOG Sulawesi Tengah.

Baca juga: Kunker di Kabupaten Sigi, Tiga Agenda Utama Gubernur Sulteng Anwar Hafid

Langkah ini sejalan dengan kesepakatan bersama awal tahun 2025. Dengan melibatkan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Perum BULOG, pelaku usaha penggilingan padi, dan Kodam XIII/Merdeka.

“Kami berharap keseimbangan antara kebutuhan lokal dan keuntungan petani bisa terjaga. Harga tetap stabil, masyarakat tenang,” ujarnya.

Mitra BULOG

Ia juga meminta Pemkab Parigi Moutong untuk segera menginventarisasi dan mengusulkan nama-nama pedagang yang akan menjadi mitra BULOG dalam penyaluran beras SPHP.

Langkah ini bertujuan memperbanyak distribusi beras medium dan menekan gejolak harga pada tingkat konsumen.

Dari hasil pengecekan lapangan, ditemukan bahwa harga beras medium pada dua pasar utama masih berada pada kisaran HET, yakni Rp 12.500/Kg.

Baca juga: 4 Hari Operasi Patuh, Polda Sulteng Temukan 5.279 Pelanggaran Lalu Lintas

Jenis beras lainnya juga tersedia dengan harga Rp 16.000/Kg. Temuan ini membantah laporan sebelumnya yang menyebutkan harga beras telah mencapai Rp 18.000/Kg.

Untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan beras, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah Elis Nurhayati memastikan cadangan beras pemerintah cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Per 17 Juli 2025, terdapat stok sebanyak 10.653 ton yang tersebar pada tiga gudang wilayah Parigi Moutong.

Selain itu, BULOG mendapat penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 13.056 ton, sepanjang Juli hingga Desember 2025.

Beras SPHP seharga Rp 11.000/Kg dari gudang dan disalurkan dalam kemasan 5 Kg melalui saluran resmi.

Seperti, koperasi desa, pasar rakyat, outlet pangan pemerintah, serta Gerakan Pangan Murah (GPM).

Sisi lain, penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk alokasi Juni dan Juli 2025 juga berjalan dengan volume 4.483 ton kepada 224.148 penerima manfaat wilayah Sulawesi Tengah. Data penerima bantuan merujuk pada data By Name By Address (BNBA) dari Kementerian Sosial.

Dengan langkah cepat dan kolaboratif ini, pemerintah berharap stabilitas harga pangan dapat terjaga di tengah tekanan pasokan yang terjadi. *

Biro Administrasi Pimpinan