Kunker di Kabupaten Sigi, Tiga Agenda Utama Gubernur Sulteng Anwar Hafid

oleh -37 Dilihat
oleh
Kehadiran Gubernur Sulteng mendapat sambutan secara adat dengan prosesi “Menpantodui”. Yakni tradisi penghormatan bagi tamu kehormatan yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke Lindu. (Foto Biro Administrasi Pimpinan untuk Luwuk Times)

SIGI, LUWUK TIMES— Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, kunjungan kerja ke kawasan Danau Lindu, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Jumat (18/7/2025).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur dasar, dan meningkatkan konektivitas. Termasuk melestarikan budaya lokal pada kawasan konservasi yang kaya nilai sejarah dan keindahan alam.

Dalam kunjungan itu Gubernur Sulteng bersama rombongan. Antaranya, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Tengah Ny. Sry Nirwanti Bahasoan, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A.Lamadjido, Sp.PK,M.Kes, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos dan Wakil Bupati Sigi, Dr. Samuel Yansen Pongi, SE, M.Si.

Hadir juga General Manager PLN UID Suluttenggo, serta sejumlah pejabat Pemprov dan Pemkab. Mereka Gubernur bertolak dari kediaman pribadi pukul 06.08 WITA.

Dalam perjalanan menuju Lindu, rombongan sempat singgah di Desa Sadaunta. Mereka menyapa warga dan menikmati secangkir teh hangat pada warung sederhana. Itu sekaligus mencerminkan kedekatan pemimpin daerah dengan masyarakat.

Setibanya di Desa Puroo, sambutan hangat datang dari siswa-siswi SD Puroo dan SD BK Puroo. Tidak terkecuali masyarakat Lindu yang terkenal ramah dan menjunjung slogan, “Lindu Bikin Rindu.”

 

Agenda Utama

Tiga agenda utama menjadi fokus kunjungan gubernur kali ini. Pertama, peresmian jaringan listrik desa di Desa Olu sebagai bagian dari program pemerataan energi untuk kawasan terpencil.

Kedua, peresmian dermaga penyeberangan Desa Anca untuk mendukung mobilitas antarwilayah dan pengembangan sektor pariwisata.

Sedang ketiga, pembukaan Festival Danau Lindu 2025 Desa Tomado, yang menjadi ajang tahunan pelestarian budaya dan promosi ekowisata.

Kehadiran Gubernur mendapat sambutan secara adat dengan prosesi “Menpantodui”. Yakni tradisi penghormatan bagi tamu kehormatan yang baru pertama kali menginjakkan kaki ke Lindu.

Ia juga dikenakan pakaian adat Siga oleh Majelis Adat Lindu sebagai simbol penerimaan dan penghormatan.

Upacara adat dibuka dengan tarian Raego. Itu sebagai simbol syukur dan kegembiraan masyarakat atas kunjungan kepala daerah.

Setelah prosesi adat, Gubernur bersama rombongan mengunjungi pasar lokal sekitar Danau Lindu. Sebelum melanjutkan perjalanan menyeberangi danau menuju sebuah pulau berjarak 17 menit dari Desa Anca untuk berziarah ke makam Maratenga — situs budaya yang telah tercatat sebagai cagar budaya Provinsi Sulawesi Tengah.

Harapannya, kunjungan kerja ini menjadi tonggak penting dalam penguatan pelayanan dasar, peningkatan infrastruktur desa, dan pelestarian warisan budaya masyarakat Lindu.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk menjadikan kawasan Danau Lindu sebagai salah satu poros pengembangan ekowisata dan kebudayaan daerah. *

Biro Administrasi Pimpinan