LUWUK TIMES, Luwuk – Aula MTs Negeri 1 Banggai tampak berbeda, Senin (13/7/2026) pagi. Ratusan wajah belia berpakaian seragam putih-merah duduk rapi dengan binar mata penuh rasa ingin tahu.
Hari itu adalah bagian dari Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda). Sebuah gerbang awal bagi para santri baru untuk mengenal lingkungan sekolah mereka.
Namun, alih-alih hanya mendengarkan pengenalan kurikulum, para siswa justru kedatangan tamu istimewa berseragam dinas lengkap dengan atribut khasnya.
Aparat dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banggai hadir di tengah mereka.
Bukan untuk melakukan penilangan. Melainkan untuk membawa misi yang jauh lebih krusial, yakni menyelamatkan nyawa generasi muda di jalan raya.
Mengetuk Kesadaran di Usia Belia
Membawa materi keselamatan berkendara ke hadapan anak-anak di bawah umur adalah sebuah tantangan tersendiri.
Di usia transisi ini, ego berkendara kerap kali tumbuh lebih cepat daripada kematangan emosional.
Menyadari hal tersebut, Kanit Kamsel Satlantas Polresta Banggai, Aiptu Saripudin, SH, mengemas edukasi ini dengan gaya yang dialogis dan menyentuh hati.
Aiptu Saripudin mengingatkan para siswa bahwa jalan raya bukanlah sirkuit pamer nyali.
Aturan dan etika berkendara, mulai dari kewajiban memakai helm standar hingga larangan keras menyentuh ponsel saat mengemudi, dikupas tuntas.
“Keselamatan berkendara adalah tanggung jawab kita bersama. Mematuhi rambu-rambu lalu lintas bukan karena takut pada polisi, tapi karena kita menghargai hidup kita sendiri dan orang lain,” tegas Aiptu Saripudin di hadapan para santri yang menyimak dengan takzim.
Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Taat Aturan
Edukasi ini adalah langkah preventif untuk meredam angka kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur.
Menanamkan nilai-nilai disiplin berlalu lintas sejak dini ibarat mengukir di atas batu. Ia akan melekat kuat hingga mereka dewasa dan siap secara hukum untuk memegang kemudi kelak.
Pihak madrasah dan kepolisian menaruh harapan besar pada pundak para peserta didik baru ini.
Dengan bekal pengetahuan ini, mereka diharapkan tidak hanya mampu menjaga diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari.
Tetapi juga menjadi agen perubahan yang menularkan virus positif tertib berlalu lintas di lingkungan keluarga mereka.
Saat lonceng sekolah berbunyi menandai berakhirnya sesi, para santri baru MTs Negeri 1 Banggai pulang membawa ruang pandang yang baru.
Menjadi keren di jalan raya bukanlah tentang seberapa cepat motor melaju, melainkan seberapa bijak mereka menghormati aturan dan keselamatan bersama. *
