Banggai, Luwuk Times— Puluhan karyawan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Banggai kembali menggelar aksi demo, Senin (16/06/2025).
Para pendemo yang mengatasnamakan Tim Penyelamat Perusahaan ini, selain aksi demo depan kantor Perumda Air Minum Kabupaten Banggai juga mereka menggelarnya di kantor DPRD Banggai.
Hanya satu tuntutan para pedemo, yakni copot Bachruddin Amir dari jabatan Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Kabupaten Banggai.
Koordinator lapangan aksi demo Hendra R. Pohon mengatakan, aksi damai ini sebagai bentuk protes kepada pimpinan Perumda Air Minum Kabupaten Banggai, dalam hal ini Direktur Utama.
Pasalnya, selama 3 tahun menjabat telah membawa perusahaan dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan sebut Hendra diambang kebangkrutan.
Dalam orasinya Hendra juga menuding, kebijakan Direktur Utama tidak berpihak pada perusahaan dan karyawan. Akan tetapi lebih berpihak pada kepentingan pribadi dan golongannya.
Kepentingan inilah yang akan terus merongrong keuangan perusahaan. Sehingga Perumda Air Minum Kabupaten Banggai menuju pada kondisi bangkrut.
Ia juga menyampaikan, kepemimpinan Direktur Utama lebih mementingkan penerimaan karyawan yang tidak seimbang dengan jumlah pelanggan.
Bahkan rekrutmen itu mendahulukan saudara, keponakan, cucu dan kroninya sebagai pegawai.
Jumlah Karyawan Membengkak
Ironisnya lagi menerima karyawan mantan PNS yang sudah masuk pada posisi pensiun.
Jumlah pegawai pun sudah membengkak, sehingga melampaui kemampuan perusahaan untuk membayar gaji.

Akibatnya, sering terjadi keterlambatan pembayaran hak-hak karyawan dari jadwal yang telah menjadi kesepakatan sebagaimana tertuang dalam surat keputusan
“Beberapa hak-hak karyawan pun sampai saat ini belum terbayarkan. Utamanya biaya operasional sejumlah unit PDAM kecamatan terhitung sejak Januari 2025 sampai saat ini,” katanya.
Uneg-uneg lain yakni Dana Pensiun dan BPJS Ketenagakerjaan juga Maret 2025 semuanya belum terbayarkan. Akibatnya para karyawan resah, terlebih lagi yang akan menjalani masa pensiun.
Berangkat dari kepemimpinan yang tidak professional itu, sehingga tekan Hendra, para karyawan meminta kepada Bupati Banggai sebagai kuasa pemilik modal agar mencopot Bachruddin Amir dari jabatan sebagai Direktur Utama Perumda Air Minum Kabupaten Banggai.
“Segera copot Direktur Utama, sebelum perusahaan ini tambah hancur,” tegas Hendra. *
Sofyan Labolo




