Warga Hanga-Hanga Luwuk Selatan Butuh Drainase, Bertahun Bertahan di Jalan yang Berubah Jadi Aliran Limbah

oleh -42 Dilihat
oleh
Warga Hanga-Hanga Kecamatan Luwuk Selatan butuh dibangunkan drainase. (Foto Istimewa)

LUWUK TIMES — Pagi itu Kompleks Poskesdes Buminata, Kelurahan Hanga-Hanga Satu, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, seharusnya menghadirkan suasana tenang bagi warga. Namun yang terasa justru sebaliknya. Jalan depan rumah mereka tak pernah benar-benar kering.

Air terus mengalir. Bukan hanya saat hujan turun. Akan tetapi setiap hari. Limbah rumah tangga dari masing-masing rumah mengalir begitu saja ke badan jalan. Menjadikannya seperti saluran pembuangan terbuka.

Kawasan ini, jalan kehilangan fungsinya. Ia bukan lagi sekadar akses penghubung, melainkan jalur aliran air yang membawa bau tak sedap dan rasa tidak nyaman.

“Bukan cuma kalau hujan. Hari biasa juga air buangan langsung ke jalan karena tidak ada drainase,” keluh seorang warga.

Warga terpaksa beradaptasi. Mereka berjalan lebih hati-hati pada permukaan jalan yang licin dan basah. Anak-anak yang bermain kerap terpeleset. Sementara warga lanjut usia harus ekstra waspada setiap melangkah.

Namun kondisi terburuk datang saat hujan mengguyur.

Limbah Rumah Tangga

Air hujan yang seharusnya mengalir melalui saluran drainase justru tertahan pada badan jalan. Bercampur dengan limbah rumah tangga. Air itu kemudian menggenang dan bertahan lama tanpa arah pembuangan yang jelas.

“Kalau hujan deras, air naik dan tergenang. Baunya juga menyengat,” kata warga lainnya.

Genangan tersebut bukan hanya mengganggu aktivitas. Tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan.

Air yang tercampur limbah berpotensi menjadi sarang nyamuk dan memicu penyakit, termasuk demam berdarah.

Sisi lain, kondisi jalan semakin memprihatinkan. Permukaan yang terus-menerus basah dan berlumpur membuat jalan cepat rusak dan terkikis.

Dalam situasi ini, warga Hanga-Hanga tidak menuntut hal berlebihan. Mereka hanya berharap pemerintah daerah segera hadir dengan solusi nyata, dengan membangun drainase permanen yang layak.

Bagi warga, drainase bukan lagi sekadar fasilitas tambahan. Melainkan kebutuhan mendesak untuk mengembalikan fungsi jalan, menjaga kesehatan lingkungan, dan memastikan tempat tinggal mereka tetap layak huni.

Sebab hingga hari ini, mereka masih berjalan di atas jalan yang seharusnya kering, namun terus dialiri air yang tak pernah berhenti. *

Editor Sofyan Labolo