Ketua PN Luwuk Dorong FORSIMEMA Jadi Mitra Profesional, Perkuat Sinergi Media di Banggai

oleh -57 Dilihat
oleh
Ketua PN Luwuk Suhendra Saputra dan Ketua PWI Banggai Abdul Saleh. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

LUWUK TIMES – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Luwuk, Suhendra Saputra, menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam mendukung keterbukaan informasi dan pembangunan sistem yang transparan.

Dalam pernyataannya, Suhendra menyampaikan bahwa media merupakan salah satu pilar penting dalam sebuah sistem. Oleh karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi yang sehat antara lembaga peradilan dan insan pers, khususnya di Kabupaten Banggai.

“Media itu adalah pilar dalam bangunan sistem. Kita membutuhkan mitra untuk mencapai visi dan misi, meskipun banyak rintangan yang dihadapi,” ujarnya pada halal bi halal bersama belasan media Kota Luwuk Kabupaten Banggai, Senin 6 April 2026.

Ia juga mengungkapkan bahwa pembentukan Forum Silaturahmi Media (FORSIMEMA) menjadi momentum penting, apalagi bertepatan dengan suasana Halal Bihalal.

Forum ini diharapkan menjadi wadah pemersatu media, sekaligus kelompok kerja yang berperan sebagai jembatan komunikasi, bukan sebagai alat pembela institusi.

“FORSIMEMA bukan untuk membela, tapi sebagai penyambung lidah. Jangan sampai disalahartikan seolah-olah Ketua PN membentuk kelompok tertentu,” tegasnya.

Suhendra juga menyoroti perkembangan media di era digital yang semakin pesat.

Ia menekankan pentingnya legalitas dan profesionalisme dalam pengelolaan media agar tetap kredibel di mata publik.

“Kita ingin mengelaborasi media di Banggai agar menjadi lebih profesional. Media sekarang mudah dibuat, tapi harus tetap memiliki lisensi dan standar yang jelas,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, PN Luwuk juga berencana menyiapkan ruang khusus bagi media di kantor mereka.

Sementara itu, Apri mendapat kepercayaan sebagai koordinator FORSIMEMA untuk menggerakkan forum tersebut.

Di sisi lain, Ketua PWI Banggai, Abdul Saleh, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa PWI tetap berkomitmen menjaga profesionalisme dan independensi wartawan.

“Kami mengapresiasi langkah ini. Di PWI, kami berjalan secara profesional. Wartawan kami sudah terverifikasi dan memahami kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada pengkotakan dalam tubuh PWI, serta menepis anggapan adanya keterlibatan organisasi dalam kelompok tertentu di luar tanggung jawab resmi.

“Kalau ada individu yang bergerak sendiri, itu bukan atas perintah dan di luar tanggung jawab PWI,” pungkasnya. *

Reporter Sofyan Labolo