Advertising

Example floating
Example floating

RSUD Luwuk Tanggapi Pemberitaan Pasien Asal Batui Selatan yang Meninggal Dunia

Sofyan
dr. Yusran Kasim
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

Banggai, Luwuk Times— Pihak RSUD Luwuk meluruskan pemberitaan terkait pasien asal Desa Masing, Kecamatan Batui Selatan yang meninggal dunia.

Menurut Direktur RSUD Luwuk dr. Yusran Kasim Minggu (15/06/2025), pasien tersebut sebelumnya telah masuk unit gawat darurat (UGD) RSUD Luwuk.

IMG-20260829-WA0006

“Pasien kecelakaan itu sudah kami tangani dan mendapat perawatan UGD. Tapi akhirnya yang bersangkutan meninggal dalam perawatan,” kata dr. Yusran.

Baca Juga:  Siap Siaga Musim Kemarau: Kodim 1308/LB Gelar Simulasi Karhutla

Ternyata pasien tersebut sambung dr. Yusran, kartu BPJS nya sudah tidak aktif. Sehingga pihak RSUD Luwuk menyarankan membuat laporan polisi untuk klaim Jasa Raharja.

Baca Juga:  Hangatnya Markas PWB: Dari Onyop Bareng hingga Pencerahan Jurnalistik Bersama Mas Yo

Dan sangat jelas tekan dr. Yusran, soal tagihan pasien, pihaknya mengambil kebijakan untuk tidak membayarkan tagihan tersebut.

Pihak keluarga harus membuat laporan ke polisi untuk klaim Jasa Raharja.

Ia juga menginformasikan bahwa ada beberapa hal yang tidak ter cover oleh BPJS.

Baca Juga:  Sabu Hantam Anak Muda di Banggai, BKPRMI: Masjid Harus Jadi Benteng Pertahanan

Ada sekitar 20-an jenis penyakit. Untuk kecelakaan lalu lintas BPJS bisa menanggung, apabila sudah melebihi tanggungan dari Jasa Raharja.

“Dan itu pun harus ada laporan polisi,” jelas dr. Yusran. *

Sofyan Labolo

-->