Ruang Publik Suara Muda, Catatan Polemik Agraria di Kabupaten Banggai

oleh -1604 Dilihat
oleh
Para peserta ruang publik foto bersama, Rabu 7 Agustus 2024 tadi malam.

BANGGAI— Soal polemik agraria kini terus menjadi catatan anak muda di Kabupaten Banggai.

Dalam diskusi ruang publik ke 10, kalangan anak muda turut memaparkan problem agraria yang terjadi khususnya di daerah ini.

“Diskusi Suara Muda ini merupakan sebuah gerakan yang di inisiasi oleh anak muda yang kritis, resah serta gundah terhadap kebijakan-kebijakan publik yang tidak memihak kepada kepentingan masyarakat dan masa depan anak muda,” tutur Ma’ruf selaku Co founder Suaramuda Sulawesi, Rabu (07/08/2024) tadi malam.

Baca Juga:  Gelar Aksi Damai di Adipura Luwuk, Banggai Bergerak Suarakan Lawan Politik Dinasti

Ma’ruf manambahkan, diskusi anak muda ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebijakan agraria yang ada dan mengevalusi efektivitas-nya serta memahami lebih dalam permasalahan dan upaya penyelesaiannya.

Dalam diskusi itu, Supriadi Lawani selaku pembicara menjelaskan sengketa agraria di Banggai saat ini tidak terlepas dari kepemilikan individu atas tanah yang melebihi 20 Hektare tanpa HGU.

“Ini kemudian konflik ruang yang harus diselesaiakn anak muda dan tidak hanya bicara kasusistik, tapi bisa mendorong indsutrialisasi desa berbasis agraria untuk menjawab kemiskinan dan penganguran di desa khususnya,” ujar Budi sapaan akrabnya.

Baca Juga:  Gunto Pribadi Pimpin Koperasi Merah Putih Bungin Luwuk

Disisi lain, Ade Putra Ode Amane selaku akademisi juga menuturkan, otokritik kaum muda adalah tidak turut memikirkan kasus agraria.

“Seharusnya pemuda dan mahasiswa melakukan gerakan sosial semacam pesta yang harus di meriahkan,” pungkas Ade Putra yang juga ketua Pustaka Banggai.

Disela-sela kegiatan, Alfi Hadi, Ketua BEM Fisip Untika mengatakan, Kabupaten Banggai sendiri saat ini terkepung oleh investasi tambang maupun perkebunan sawit. Akibatnya petani mulai tersisi dari tanah sendiri.

Baca Juga:  Besok, Aliansi Umat Islam Banggai Gelar Aksi Peduli Palestina

“Sehingga saat ini Suara Muda menjadi wadah pikiran alternatif anak muda terkait masalah sosial kemasyarakatan. Seperti dampak dari pembangunan strategis nasional, eksploitasi tambang, kerusakan lingkungan dan lain-lain yang itu semua memberikan kerugian di masa yang akan datang,” ungkap Alfi.

Diketahui, diskusi Suara Muda Sulawesi di Kedai Dg. Mangge ini mengusung tema Ragam polemik agraria dan urgensi kebijakan publik berkeadilan.

Turut hadir puluhan anak muda dan mahasiswa dari berbagai organisasi. *

No More Posts Available.

No more pages to load.