Saldo Rp119 Juta, DKM Masjid Agung An-Nuur Luwuk Tegaskan Transparansi di Hadapan Jamaah

oleh -6 Dilihat
oleh
Melalui protokol Awaludin Maserang melaporkan kondisi keuangan Masjid Agung An-Nuur Luwuk pada Jumat (27/03/2026). (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

LUWUK TIMES – Dihadapan ratusan jamaah sebelum pelaksanaan shalat Jumat, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung An-Nuur Luwuk kembali menunjukkan komitmennya dalam mengelola keuangan secara terbuka dan akuntabel.

Melalui protokol Awaludin Maserang, laporan keuangan masjid ia sampaikan secara rinci. Bahkan menghadirkan gambaran jelas tentang arus kas yang dikelola selama sepekan terakhir.

Awaludin mengatakan, saldo awal per 20 Maret 2026 tercatat sebesar Rp42.607.565. Angka tersebut kemudian mengalami lonjakan signifikan berkat berbagai sumber pemasukan selama bulan suci Ramadhan.

Penerimaan terbesar berasal dari dana salawat Idul Fitri 1447 H yang mencapai Rp41.050.000. Jumlah itu setelah dikurangi biaya pengecoran dan insentif petugas shalat Ied.

Selain itu, infaq Jumat menyumbang Rp15.718.000, menyusul infaq tarawih sebesar Rp6.152.000.

Tak hanya itu, pemasukan juga datang dari parkiran halaman masjid selama Ramadhan sebesar Rp13.172.000. Selanjutnya sisa konsumsi itikaf Rp1.700.000, serta sisa dana pengecoran belakang menara Rp1.300.000.

Baca Juga:  Kadis PUPR Banggai Dewa Supatriagama Pastikan Jalan Rusak di Kawasan Masjid Agung Luwuk Diperbaiki

“Secara keseluruhan, total penerimaan tercatat mencapai Rp79.092.500,” ucap Awaludin, Jumat (27/03/2026).

Pengeluaran Minim

Sementara itu, pengeluaran masjid tergolong minim dengan total Rp2.581.000. Biaya tersebut terpakai untuk kebutuhan operasional. Seperti pengadaan perlengkapan makan, material perbaikan, sablon, hingga biaya rutin lainnya.

Dengan perhitungan tersebut, saldo akhir kas Masjid Agung An-Nuur Luwuk per Jumat, 27 Maret 2026, mencapai angka yang cukup fantastis, yakni Rp119.119.065.

Angka ini menjadi bukti nyata kuatnya partisipasi jamaah serta kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan masjid.

Ketua DKM H. Asri Abasa bersama Bendahara Suparno terus berkomitmen menjaga transparansi dan amanah tersebut.

Sekaligus menjadikan Masjid Agung An-Nuur Luwuk tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga simbol kebersamaan dan kepercayaan umat. *

Baca Juga:  Tim Inafis Polres Banggai Gelar Olah TKP Kebakaran Kapal Wisata di Teluk Lalong Luwuk

Reporter Sofyan Labolo