LUWUK TIMES – Senja pesisir Pagimana, Sabtu (14/3/2026), yang biasanya tenang tiba-tiba berubah menjadi suasana haru dan kepanikan. Di bawah kolong Rumah Makan Ester, warga menemukan sesosok tubuh pria yang telah mengapung di permukaan laut.
Pria itu bernama Roby Sarifudin (35). Ia seorang nelayan asal Desa Jaya Bakti, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai.
Penemuan bermula dari seorang pengunjung Rumah Makan Ester yang datang bersama keluarganya untuk menikmati hidangan laut sambil memancing ikan hidup di karamba yang berada di samping rumah makan tersebut.
Saat sedang memancing, pengunjung itu melihat sesuatu yang mencurigakan di antara riak air laut. Awalnya tampak seperti benda mengambang. Namun ketika diperhatikan lebih dekat, terlihat jelas sepasang kaki manusia yang sudah membengkak.
Kaget dan panik, pengunjung tersebut segera memanggil pemilik rumah makan.
Pemilik Rumah Makan Ester, Cie Land, mengaku sempat tidak percaya saat pertama kali diberi tahu.
“Pengunjung memanggil saya dan mengatakan ada mayat di bawah kolong rumah makan. Saya langsung melihat dan ternyata benar ada tubuh manusia yang sudah mengapung,” tutur Cie Land kepada Luwuk Times.
Nelayan Pencari Teripang
Suasana pun mendadak geger. Cie Land berteriak meminta bantuan warga sekitar. Tak lama kemudian, warga berdatangan ke lokasi untuk memastikan kejadian tersebut. Beberapa di antaranya hanya bisa terdiam menyaksikan tubuh yang telah tak bernyawa itu.
Belakangan diketahui, pria tersebut adalah Roby Sarifudin, seorang nelayan yang sehari-hari mencari teripang dan memanah ikan di perairan sekitar Pagimana.
Kepala Desa Jaya Bakti, Mirto Pakaya, mengungkapkan bahwa Roby telah dilaporkan tidak pulang sejak Kamis malam (12/3/2026).
Menurut keluarga, Roby berangkat melaut menggunakan sampan kecil dengan dayung, tanpa mesin katinting. Ia memang terbiasa pergi melaut pada malam hari dan biasanya kembali saat pagi menjelang.
“Namun sejak Kamis malam hingga Sabtu pagi korban tidak pulang ke rumah. Keluarga mulai merasa khawatir,” kata Mirto.
Roby dikenal sebagai nelayan yang sering mencari teripang di perairan dekat pantai. Aktivitas itu sudah menjadi rutinitasnya untuk menghidupi keluarga.
Ketika tubuhnya ditemukan pada Sabtu sore sekitar pukul 17.45 WITA, kondisinya sudah membengkak dan mengapung di permukaan laut.
Kapolsek Pagimana AKP Laata membenarkan penemuan tersebut. Berdasarkan kondisi tubuh korban, diperkirakan ia telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
Meski demikian, pihak keluarga menerima kejadian itu dengan ikhlas dan memilih tidak dilakukan pemeriksaan medis atau otopsi terhadap jenazah korban.
Di pesisir Pagimana, kabar duka itu cepat menyebar. Bagi warga setempat, laut bukan sekadar sumber penghidupan, tetapi juga menyimpan risiko besar bagi mereka yang setiap hari menggantungkan hidup di atasnya.
Sore itu, laut Pagimana kembali tenang. Namun bagi keluarga Roby Sarifudin, kehilangan itu meninggalkan duka yang tak mudah dilupakan. *
Reporter: Anto Yasin



