Advertising

Example floating
Example floating

14 Hari Operasi Ketupat Tinombala 2025, Polisi Temukan 25.011 Pelanggaran

Sofyan
Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2025, ditemukan sebanyak 25.011 pelanggaran. (Foto Polda Sulteng untuk Luwuk Times)
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

Palu, Luwuk Times— Selama 14 hari Polda Sulteng melaksanakan Operasi Ketupat Tinombala 2025. Kegiatan yang berlangsung sejak 26 Maret hingga 8 April 2025 itu berjalan lancar.

Operasi Ketupat Tinombala 2025 yang mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Nyaman” ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1446 H.

IMG-20260829-WA0006

Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Djoko Wienartono, menyampaikan, selama 14 hari pelaksanaan operasi ketupat se Provinsi Sulawesi Tengah secara umum berlangsung aman dan nyaman,

“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh stakeholder. Pemerintah daerah dan masyarakat yang telah bersinergi, sehingga tercipta mudik yang aman dan nyaman,” ungkap Djoko Wienartono.

Baca Juga:  Siaga Karhutla dan Atensi Pembunuhan Berdarah di Duyu, Wakapolda Sulteng Turun Tangan

Ribuan Pelanggaran

Tidak dapat kita pungkiri, setiap pelaksanaan operasi ketupat, kepolisian telah mencatat sebanyak 25.011 pelanggaran lalu lintas.

Dengan rincian 22.807 teguran, 1.540 pelanggaran terekam melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis dan 664 pelanggaran melalui ETLE mobile.

Sementara itu, terkait kecelakaan lalu lintas, jumlah kejadian pada tahun 2025 sebanyak 40 kasus. Angka ini sama dengan tahun sebelumnya.

Namun jumlah korban meninggal dunia mengalami peningkatan sebesar 9 persen, dari 11 orang pada 2024 menjadi 12 orang tahun 2025.

Baca Juga:  Siaga Karhutla dan Atensi Pembunuhan Berdarah di Duyu, Wakapolda Sulteng Turun Tangan

Korban luka berat menunjukkan penurunan signifikan.

Pada 2025 tercatat sebanyak 17 orang atau turun 41 persen dari tahun 2024 yang mencapai 29 orang.

Begitu juga untuk korban luka ringan mengalami penurunan dari 77 orang pada 2024 menjadi 41 orang pada 2025 atau turun 47 persen.

Kerugian materiil akibat kecelakaan juga mengalami kenaikan.

Pada tahun 2024 kerugian tercatat sebesar Rp111,4 juta. Sementara pada 2025 meningkat menjadi Rp119,7 juta atau naik sekitar 7 persen.

Sisi lain upaya preemtif melalui kegiatan pendidikan masyarakat (Dikmas) semakin gencar.

Selama operasi berlangsung, Satgas melaksanakan 41.886 kegiatan Dikmas dalam rangka membangun kesadaran berlalu lintas pada masyarakat.

Baca Juga:  Siaga Karhutla dan Atensi Pembunuhan Berdarah di Duyu, Wakapolda Sulteng Turun Tangan

Keselamatan Jadi Prioritas

Kabidhumas Polda Sulteng mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam berkendara. Hal itu tidak hanya saat momen lebaran.

“Kami berharap kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas terus meningkat. Sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan dapat terus tertekan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” terangnya.

Polda Sulteng juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran Operasi Ketupat Tinombala 2025.

Termasuk berharap sinergi positif ini dapat terus terjaga dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban wilayah Sulawesi Tengah. *

-->