14 Hari Operasi Ketupat Tinombala 2025, Polisi Temukan 25.011 Pelanggaran

oleh -817 Dilihat
oleh
Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2025, ditemukan sebanyak 25.011 pelanggaran. (Foto Polda Sulteng untuk Luwuk Times)

Palu, Luwuk Times— Selama 14 hari Polda Sulteng melaksanakan Operasi Ketupat Tinombala 2025. Kegiatan yang berlangsung sejak 26 Maret hingga 8 April 2025 itu berjalan lancar.

Operasi Ketupat Tinombala 2025 yang mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Nyaman” ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1446 H.

Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Djoko Wienartono, menyampaikan, selama 14 hari pelaksanaan operasi ketupat se Provinsi Sulawesi Tengah secara umum berlangsung aman dan nyaman,

“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh stakeholder. Pemerintah daerah dan masyarakat yang telah bersinergi, sehingga tercipta mudik yang aman dan nyaman,” ungkap Djoko Wienartono.

Baca Juga:  Polda Sulteng Launching Distribusi Beras SPHP 82,750 Ton untuk Masyarakat di 41 Titik

Ribuan Pelanggaran

Tidak dapat kita pungkiri, setiap pelaksanaan operasi ketupat, kepolisian telah mencatat sebanyak 25.011 pelanggaran lalu lintas.

Dengan rincian 22.807 teguran, 1.540 pelanggaran terekam melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis dan 664 pelanggaran melalui ETLE mobile.

Sementara itu, terkait kecelakaan lalu lintas, jumlah kejadian pada tahun 2025 sebanyak 40 kasus. Angka ini sama dengan tahun sebelumnya.

Namun jumlah korban meninggal dunia mengalami peningkatan sebesar 9 persen, dari 11 orang pada 2024 menjadi 12 orang tahun 2025.

Korban luka berat menunjukkan penurunan signifikan.

Baca Juga:  Januari 2024, Polda Sulteng Ungkap 68 Kasus Narkoba dan Sita 7,6 Kg Sabu

Pada 2025 tercatat sebanyak 17 orang atau turun 41 persen dari tahun 2024 yang mencapai 29 orang.

Begitu juga untuk korban luka ringan mengalami penurunan dari 77 orang pada 2024 menjadi 41 orang pada 2025 atau turun 47 persen.

Kerugian materiil akibat kecelakaan juga mengalami kenaikan.

Pada tahun 2024 kerugian tercatat sebesar Rp111,4 juta. Sementara pada 2025 meningkat menjadi Rp119,7 juta atau naik sekitar 7 persen.

Sisi lain upaya preemtif melalui kegiatan pendidikan masyarakat (Dikmas) semakin gencar.

Selama operasi berlangsung, Satgas melaksanakan 41.886 kegiatan Dikmas dalam rangka membangun kesadaran berlalu lintas pada masyarakat.

Baca Juga:  Jadi Favorit, Pelayanan Kesehatan Gratis Polda Sulteng di Car Free Day Kota Palu

Keselamatan Jadi Prioritas

Kabidhumas Polda Sulteng mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam berkendara. Hal itu tidak hanya saat momen lebaran.

“Kami berharap kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas terus meningkat. Sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan dapat terus tertekan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” terangnya.

Polda Sulteng juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran Operasi Ketupat Tinombala 2025.

Termasuk berharap sinergi positif ini dapat terus terjaga dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban wilayah Sulawesi Tengah. *

No More Posts Available.

No more pages to load.