Banggai, Luwuk Times— Ada sembilan program unggulan kreatif dan inovatif Kabupaten Banggai Selama 5 tahun kedepan. Kesembilan program itu nantinya yang akan menopang terwujudnya visi dan misi Bupati Banggai Amirudin dan wakilnya Furqanuddin Masulili periode 2025-2030.
Kata Bupati Banggai Amirudin, kesembilan program tersebut memakai kata “Gerbang”. Yang berarti gerakan membangun Banggai.
Hal Itu identik dengan tagline Gerbang Timur yang ada dalam visi pemerintah daerah, yakni Bergerak Bersama Berkelanjutan Menuju Gerbang Timur Sulawesi Tengah.
“Kalau pemerintah provinsi (Sulawesi Tengah) punya program ‘Berani’, maka kita punya ‘Gerbang”, ujar Bupati Amirudin saat membuka Orientasi Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banggai tahun 2025-2029, bertempat Ruang Rapat Pahangkabotan, Kantor Bappeda Banggai, Luwuk Selatan, Rabu (18/6/2025).
Sembilan Gerbang
Pada kesempatan itu, Bupati Amirudin menjabarkan kesembilan “Gerbang” tersebut.
Gerbang Sehat. Gerakan Banggai bidang kesehatan ini bertujuan mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang tinggi.
Gerbang Cerdas. Sasarannya untuk mewujudkan generasi cerdas, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, serta menguasai iptek.
Gerbang Produktif dan Sejahtera. Tujuannya mempersiapkan tenaga kerja lokal yang terampil sesuai tuntutan pasar kerja.
Selanjutnya ada Gerbang Berbudaya, Gerbang Desa, Gerbang Pangan (termasuk pemanfaatan pekarangan warga secara massal).
Selain itu ada Gerbang Digital dan Terang, Gerbang Layak Bersih dan Lancar, serta Gerbang Amanah.
“Keseluruhan Gerbang itu kami laksanakan secara kolaboratif. Melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan prinsip pentaheliks dalam bentuk gerak bersama,” ujar Bupati Amirudin.
Susun Renstra
Kepala Bappeda Banggai Ramli Tongko mengatakan, penyusunan RPJMD 2025-2029 yang bersamaan dengan penyusunan RKPD 2026 agak menyulitkan. Namun, ia optimistis semuanya bisa selesai tepat waktu.
“Target kami, paling tidak Juli ini. Saat kami menyelesaikan RKPD 2026, RPJMD sudah pada tahap rancangan. Sekarang kita baru tahap orientasi,” ujar Ramli.
Perangkat daerah pun segera menyusun rencana strategis (renstra).
“Jadi, tidak menunggu RPJMD selesai, baru menyusun renstra. Kita mulai menyusun RPJMD. Perangkat daerah juga mulai menyusun renstra,” tambah Ramli. *

