Dianggap Sakral, Amirudin dan Furqanuddin Pecahkan Mitos 2 Periode Bupati dan Wabup Banggai

oleh -1808 Dilihat
oleh
Amirudin dan Furqanuddin saat dilantik sebagai Bupati dan Wabup Banggai periode 2025-2030. Ini merupakan periode kedua duet dengan tagline AT-FM tersebut. (Foto Istimewa)

Oleh: Dr. Syarif Makmur, BSc, SIP, MSi

DI TENGAH riuh dinamika politik lokal yang kerap penuh ketidakpastian, Kabupaten Banggai mencatatkan sejarah baru yang menggugah:

Pasangan Amiruddin Tamoreka (AT) dan Furqanuddin Masulili (FM) sukses menaklukkan mitos 2 periode. Sebuah prestasi politik yang selama tiga dekade terakhir seolah mustahil tercapai.

Sejak era reformasi menggulirkan sistem pemilihan langsung, tak ada satu pun pasangan kepala daerah yang berhasil menjaga soliditas dan kepercayaan publik untuk melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode.

Hingga akhirnya, AT-FM menjungkirbalikkan semua keraguan itu dengan kemenangan gemilang.

Sejarah mencatat bahwa hanya era Orde Baru, ketika pemilihan masih ditentukan oleh suara di parlemen lokal (DPRD), pasangan almarhum Sudarto dan Ma’mun Amir pernah mencicipi dua periode kekuasaan.

Baca Juga:  CSR atau ATM Politik? Mengupas Dugaan Aliran Dana ke Komisi XI DPR RI

Namun, konteks saat itu sangat berbeda. Dinamika politik lebih bersifat elitis, dan kontestasi berlangsung dalam ruang tertutup.

Maka, prestasi AT-FM jauh lebih bermakna: mereka memenangkan kepercayaan rakyat dua kali berturut-turut, dalam sistem demokrasi terbuka, transparan, dan penuh tekanan kompetisi serta Publik menyebutnya Pilkada berdarah-darah.

Bukan Sekadar Kekuasaan, Tapi Konsistensi Kepemimpinan

Apa yang membuat AT-FM istimewa?

Jawabannya bukan sekadar elektabilitas tinggi, tapi konsistensi dalam kepemimpinan, harmoni dalam bekerja, dan ketulusan dalam mengabdi.

Dalam lima tahun pertama, AT-FM tidak terjebak dalam panggung simbolik kekuasaan.

Mereka bekerja nyata. Dari perbaikan infrastruktur jalan dan layanan dasar kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas pendidikan, semua dilakukan dengan prinsip tulus melayani, berani berinovasi.

Baca Juga:  Tingkatkan Daya Saing SDM, Disnakertrans Banggai Bikin PBK, Puluhan Peserta Ikut Dua Bidang Kejuruan

Amiruddin Tamoreka tampil sebagai sosok pemimpin tegas namun merakyat. Sementara Furqanuddin Masulili menjadi penyeimbang yang bijaksana dan komunikatif.

Sinergi keduanya menciptakan iklim pemerintahan yang stabil namun progresif. Tidak ada drama perpecahan, tidak ada sandiwara elit. Yang ada adalah kerja keras tanpa henti untuk Banggai yang lebih maju.

Selama 30 tahun, masyarakat Banggai menyimpan semacam kepercayaan tak tertulis: bahwa pasangan bupati dan wakil bupati tak akan pernah langgeng hingga dua periode.

Entah karena konflik internal, ketidakharmonisan, atau pecah kongsi menjelang Pilkada, sejarah selalu berulang.

Pasangan pecah di tengah jalan, rakyat kecewa, pembangunan tersendat. Namun AT-FM mendobrak itu semua.

Baca Juga:  Kemenangan Serentak dalam Pilkada Serentak

Mereka bukan hanya mencatat sejarah, tetapi menginspirasi generasi kepemimpinan berikutnya bahwa loyalitas dan integritas adalah kunci.

Bahwa politik bisa dijalankan dengan komitmen dan kesetiaan terhadap amanah rakyat. Bahwa sakralnya dua periode bukan untuk ditakuti, melainkan untuk ditaklukkan dengan kerja dan cinta untuk daerah.

Keberhasilan AT-FM mencetak dua periode bukanlah akhir, melainkan awal dari transformasi baru.

Mereka kini mengemban tanggung jawab yang lebih besar: membuktikan bahwa keberlanjutan pemerintahan bukan sekadar status politik, tapi jalan panjang menuju kematangan daerah.

Kini Banggai menatap masa depan dengan lebih percaya diri. Tidak lagi terjebak dalam trauma politik lokal, melainkan menyongsong era baru yang lebih partisipatif dan produktif.

No More Posts Available.

No more pages to load.